Reza Gunadha | Aprilo Ade Wismoyo
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengantar lima orang pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) dari Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi ke Grand Kamala Lagoon untuk memulai kerja. (Foto dok. Kemensos)

BeritaHits.id - Pada Jumat (8/1/2021) Said Didu menyampaikan sebuah kritik terhadap kinerja Mensos Risma lewat cuitan di akun Twitternya.

Dalam cuitan tersebut, Said Didu keberatan dengan kebijakan Mensos Risma yang hendak mempekerjakan lima orang gelandangan dan pemulung atau PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di salah satu BUMN.

Said Didu berpendapat bahwa kebijakan tersebut adalah hal yang kurang tepat. Menurutnya, bukan hanya status sebagai tunawisma yang jadi pertimbangan untuk memasukkan mereka ke sebuah BUMN, melainkan juga soal profesionalisme dan juga keahlian.

"Gawat kalau gelandangan dijadikan pintu masuk bekerja di BUMN," tulis Said Didu dalam cuitan tersebut.

Baca Juga: Sebut Pernyataan Sombong, Budiman Sindir Permintaan Maaf Said Didu?

"BUMN itu butuh profesionalisme dan keahlian Bu," lanjutnya.

Cuitan Said Didu soal Mensos Risma pekerjakan tunawisma di BUMN

Cuitan tersebut mendapat respons dari beberapa warganet. Mereka kembali menyinggung soal kinerja Mensos Risma yang dinilai melantur dan seperti sinetron.

"Kalo BUMN PFN cocoklah, kan mereka ahli sandiwara cocok jadi aktor perfileman nasional," tulis warganet dengan akun @Suriadi_to*****

"Mensos bikin bumerang dengan statement dan janji manis, apakah saat di Surabaya dilakukan?" tulis akun @Sujana_a***

Ada juga warganet yang menduga para tunawisma akan dipekerjakan sebagai tukang kebun.

Baca Juga: Dipolisikan Usai Dituding Provokasi Soal Gus Yaqut, Said Didu Minta Maaf

"Tukang kebun doang sih gak papa kali pak," tulis warganet dengan akun @M***Klose.

Komentar