BeritaHits.id - Politisi Partai Demokrat Andi Arief mendukung program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Meski demikian, ia meminta agar pemerintah tak lepas tangan jika nantinya ditemukan dampak atau efek samping dari vaksin tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Andi Arief melalui akun Twitter pribadi miliknya @andiarief_. Ia mengaku efek samping vaksin merupakan risiko yang harus ditanggung penerima.
Namun, ia meminta pemerintah tetap bertanggungjawab atas apapun yang terjadi pada rakyat.
"Jika ada ekses negatif, itu risiko. Namun, pemerintah jangan lepas tangan," kata Andi seperti dikutip Suara.com, Rabu (13/1/2021).
Andi Arief mengaku, setelah pandemi Covid-19 menguasai Indonesia, ia dan keluarga masih bisa bertahan tak tertular virus tersebut.
"Sampai hari ini saya dan keluarga mampu bertahan dari serangan Covid-19, mudah-mudahan seterusnya," ungkap Andi.
Ia juga menyatakan siap untuk disuntikkan vaksin Covid-19.
"Terhadap rencana vaksinasi Covid, saya akan menyatakan siap," tukasnya.
Tolak Disuntik Vaksin Terancam Pidana
Baca Juga: Curhat Raffi Ahmad hingga Bisa Ikut Bareng Jokowi Suntik Vaksin Perdana
Rakyat Indonesia yang menolak disuntikkan vaksin Covid-19 harus bersiap mendapatkan hukuman pidana.
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Prof Edward OS Hiariej menegaskan, aturan tersebut mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dimana setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana.
Adapun hukuman pidana yang diberikan kepada penolak vaksin Covid-19 berupa hukuman penjara selama paling lama satu tahun atau denda maksimal senilai Rp 100 juta.
Dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, ada sejumlah kewajiban yang harus ditaati oleh rakyat, salah satunya melakukan vaksinasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!