Scroll untuk membaca artikel
Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Kamis, 21 Januari 2021 | 12:36 WIB
Mamuju harus dikosongkan karena diprediksi ada gempa dan tsunami susulan (Turnbackhoax.id)

"Hoaks mas," kata Taufan dikutip dari Kompas.com.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga membatah kabar adanya gempa dan tsunami susulan. Ia menegaskan, BMKG tidak pernah mengeluarkan imbauan seperti itu.

"Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Yang kami imbau adalah jauhi bangunan-bangunan yang sudah runtuh, jauhi lereng yang rawan longsor dan cukup jauh dari pantai," ungkap Dwikorita.

Mamuju harus dikosongkan karena diprediksi ada gempa dan tsunami susulan (Turnbackhoax.id)

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau masyarakat Mamuju untuk tak mudah terpengaruh dengan kabar yang tidak jelas sumbernya.

Baca Juga: Awan Cumulonimbus Akibatkan Puting Beliung? Ini Penjelasan BMKG

"Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut warga Mamuju diminta keluar wilayah karena diprediksi ada gempa dan tsunami susulan adalah klaim yang keliru.

Klaim tersebut masuk dalam kategori fabricated content atau konten palsu.

Baca Juga: Mantap! Presiden Biden Cabut Larangan Warga Muslim Masuk AS

Load More