BeritaHits.id - Warga Spanyol baru-baru ini digemparkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba pulang ke rumah padahal dia sudah dikabarkan meninggal dunia karena terpapar covid-19.
Wanita bernama Rogelia Blanco itu kembali ke keluarga setelah sembilan hari dinyatakan 'berpulang' oleh pihak berwenang.
Usut punya usut, ternyata kabar meninggalnya wanita berusia 85 tahun itu merupakan salah paham semata.
Seusai sekitar satu minggu meninggal dunia, Rogelia kembali ke rumah jompo yang menjadi tempat bernaungnya saat lanjut usia.
Padahal, pihak keluarganya mengaku sudah melihat peti jenazah Rogelia dikebumikan meski tidak melihat sosok di dalamnya karena tidak dikehendaki oleh protokol kesehatan.
Dikutip dari Reuter, kesalahan semacam ini terjadi karena protokol kesehatan Spanyol melarang jenazah pasien Covid-19 'dilihat'. Sebab, jenazah pasien Covid-19 melewati metode pemakaman khusus.
Cerita bermula saat pihak keluarga diberitahu bahwa Rogelia Blanco meninggal dunia karena Covid-19 dan akan dikebumikan keesokan harinya.
Adanya protokol kesehatan Covid-19 membuat pemakaman tidak diikuti banyak orang. Hanya ada segelintir keluarga dekat saja yang boleh melihat jenazah untuk terakhir kalinya.
Laman surat kabar La Voz de Galicia mengabarkan, usai 9 hari dikabarkan meninggal dunia, Rogelia Blanco kemudian pulang ke rumah Jompo di Xove, Spanyol Utara, pada Sabtu (23/1/2021( dengan kondisi bugar.
Baca Juga: Klarifikasi Dokter Tewas Usai Divaksin Covid 19, Dinkes: Itu Sakit Jantung
Kedatangannya disebut-sebut engagetkan. Bahkan, suaminya pun ikut menangis tersedu-sedu saat melihat dia kembali karena dipenuhi perasaan tidak menyangka.
"Saya tidak bisa mempercayainya. Saya menangis usai istri saya meninggal dunia karena Covid-19," ujar Ramon Blanco, sang suami.
Ternyata, sosok yang meninggal bukan Rogelia Blanco. Melainkan teman sekamarnya saat menjalani perawatan Covid-19 di rumah sakit.
Yayasan San Rosendo Foundation yang menanungi rumah jompo mengatakan, sempat terjaid kesalahan saat Rogelia Blanco dan penguni plain dinyatakan positif Covid-19 dan dipindahan ke rumah perawatan lain pada 29 Desember 2020.
Mereka dipindahkan ke residensi OS Gozoz di Pereiro de Aguiar, 223 km dari Xove.
"Di antara orang-orang lanjut usia yang dipindahkan, ada dua wanita yang ditempatkan di ruangan yang sama," ujar pihak Yayasan seperti dikutip La Voc de Galcia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!