ILUSTRASI Pemakaman jenazah pasien Covid-19. [Instagram@aniesbaswedan]
"Kesalahan identifikasi selama proses perpindahan dari Xove ke Pereiro de Aguiar membuat satu orang yang dinyatakan meninggal pada 13 Januari lalu identitasnya salah," sambungnya.
Pihak yayasan mengaku menyesal atas kesalahan tersebut. Apalagi, kasus ini baru pertama kali terjadi.
"Atas kesalahan tersebut, pengadilan telah diberi tahu untuk memperbaiki kesalahan atas kematian Rogelia Blanco," tandasnya.
Perlu diketahui, sebagaimana negara lainnya, Spanyol juga menerapkan protokol kesehatan ketat saat menangani jenazah Covid-19.
Pemakaman dikabarkan menjadi penyebab wabah pertama di Spanyol pada akhir Februari yang menyebabkan sekitar 70 orang tertular virus dan memaksa pemerintah melakukan karantina wilayah pertama di Kota Haro.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!