BeritaHits.id - Wakil Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Banten, Sukron Makmun baru-baru ini berkomentar soal hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Israel.
Sukron Makmun mengatakan, tidak masalah apabila Indonesia ingin mulai membuka diri terhadap Israel. Pasalnya, situasi perpolitikan di Negeri Arab kini sudah berbeda.
Kendati begitu, menurut Sukron Makmun, ada sejumlah prinsip yang harus dipegang Indonesia soal masalah Israel dan Palestina.
"Ini kan menurut saya, karena melihat situasi politik domestik. Ibaratnya bagaimana kita membuka hubungan baik dengan orang luar, kemudian rumah tangga kita sendiri terbakar," ujar Sukron Makmun dikutip Hops.id -- Jaringan Suara.com dari tayangan TagarTV, Kamis (28/1/2021).
"Meskipun pada prinsipnya negara-negara yang dulu terlibat perang dengan Israel, seperti negara-negara yang bertetangga lah, contohnya Mesir, Yordania, dan beberapa negara di sekitar situ, sudah membuka diri," sambungnya.
Sukron Makmun kemudian menyinggung Mesir yang sudah dua kali terlibat perang dengan Israel. Dia megatakan, Mesir saja sudah membuka hubungan baik dengan Israel.
"Terakhir Uni Emirat, Bahrain juga menyusul, artinya kalau negara bertetangga yang terlibat perang saja sudah baik, masa kita masih perang terus," tukas Sukron.
Sukron Makmun melanjutkan, sebenarnya berhubungan baik dengan Israel bisa dimanfaatkan untuk hal-hal baik.
"Enggak masalah juga dibuka hubungan diplomatik, ambil kemajuan-kemajuan Israel yang enggak bisa didapat dari negara lain," tegas Sukron Makmun.
Baca Juga: Rekor Baru Indonesia, 476 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Hari Ini
"Secara prinsip harusnya kita berhubungan baik dengan siapapun. Dulu kan kita dukung karena solidaritas kita terhadap negara Arab, khususnya Palestina. Sementara kini negara Arab saja sudah mulai membuka diri," imbuhnya.
Meski begitu, Sukron Makmun dengan tegas menuturkan bahwa Indonesia tetap tidak boleh menyetujui semua kebijakan Israel.
Kata dia, secara politik Indonesia tetap harus mendukung Palestian. Berhubungan dengan Israel saat ini menurutnya berbeda konteks dengan dahulu.
"Misal melakukan normalisasi dengan Israel belum tentu kita setuju dengan semua kebijakan luar negeri Israel kan. Dan juga bukan berarti kalau kita membuka hubungan diplomatik Israel, kita tidak bisa mendukung Palestina dan tetap solidaritas dengan Palestina," kata Sukron Makmun.
"Kondisinya beda, zaman dulu Arab lagi perang dengan Israel, artinya sekarang kita sudah enggak perang-perangan lagi, konteksnya beda. Orang Yahudi saja di sana juga banyak yang tak setuju dengan zionisme yang memang sebagian dijalankan pemerintahannya," tandasnya.
Kemenlu RI: Kami Tak Pernah Berhubungan dengan Israel
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!