BeritaHits.id - Camat Rimbo Pengadang, Lasmudin dan adiknya yang merupakan Kades Teluk Dien, Jon Kenedi menjadi bulan-bulanan warganet. Keduanya diduga sengaja menelantarkan dua lansia di tepi Sungai Ketaun, Talang Ratu, Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu, Kamis (28/1/2021) siang.
Lasmudin dan Jon Kenedi sebagai pemilik rakit diduga melarang dua lansia bernama Rosni (70) dan Sumiaty (65) menyeberang Sungai Ketaun dengan menggunakan rakit milik mereka.
Bahkan, Lasmudin, Jon Kenedi, dan rombongannya sempat menonton Rosni dan keluarganya yang tidak dapat menyeberang sambil makan nasi bungkus.
Akibatnya, Rosni beserta rombongan berjumlah 14 orang telantar di tepi Sungai Ketaun selama sekitar 3,5 jam.
Rosni dan rombongan sempat menyusuri sungai mencari jalan alternatif agar bisa menyeberangi sungai tanpa menggunakan rakit. Namun, setelah berjalan sejauh dua kilometer upaya tersebut tak membuahkan hasil karena arus yang terlalu deras.
Mereka juga sempat mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan rakit sederhana, namun upaya tersebut juga gagal.
Akhirnya, salah satu anak Rosni, Yumielda berhasil menghubungi operator Olahraga Arus Desa (ORAD) Arus Ketaun. Dua orang operator Arus Ketaun pun langsung meluncurkan sebuah perahu karet untuk menyeberangkan rombongan keluarga Rosni.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Camat Rimbo Pengadang, Lasmudin menepis tudingan tersebut. Lasmudin mengaku tidak tahu jika Rosni dan keluarganya hendak menyeberang.
"Saya tidak tahu kalau bu Rosni itu mau pulang naik rakit. Saya pastikan tidak ada larangan. Tapi, bu Rosni sendiri yang mundur," ujar Lasmudin.
Baca Juga: Minta Info Lowongan Kerja lewat WA, Netizen Ini Disemprot Habis-habisan
Berita terkait dugaan penelantaran tersebut telah dimuat oleh Suara.com dengan judul 'Dilarang Camat dan kades Pakai Rakit, 2 Lansia Telantar hingga Tak Salat'.
Artikel terseut kemudian diunggah ulang oleh akun Facebook Bengkulu Info dan viral di media sosial.
Banyak warganet mengaku kesal dengan aksi yang dilakukan Lasmudin dan Jon Kenedi.
Lasmudin dengan akun Facebook bernama Kaisartanjung sempat membalasi satu per satu komentar dari warganet meminta agar publik mau membaca klarifikasi darinya.
"Jadi pemimpin harus bijak pak," kata Sri Dona.
Pesan tersebut langsung dibalas oleh Lasmudin. Ia meminta warganet agar mencari informasi secara langsung dari lapangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!