Scroll untuk membaca artikel
Rifan Aditya | Hernawan
Minggu, 31 Januari 2021 | 07:51 WIB
Permadi Arya alias Abu Janda [ANTARA/Livia Kristianti]

Abu Janda menegaskan, pernyataan dia bukan ditujukan untuk NU dan Muhammadiyah. Dia menolak anggapan bahwa frasa Islam Arogan dipakai untuk menunjuk Islam secara keseluruhan atau umum.

"Jadi bukan Islam nusantara seperti NU dan Muhammadiyah, yang saya maksud ialah Islam pendatang dari Arab yakni Islam Transnasional atau salafi wahabi. Bukan generalisasi semua Islam," ucap Abu Janda.

Tidak hanya itu, dalam klarifikasinya Abu Janda juga meminta maaf kepada para tokoh dan ulama karena sempat membuat gaduh. Dia berharap apa yang disampaikan dapat mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi.

“Semoga bisa menjelaskan mohon maaf jika ada kesalahpahaman maklum jempol menulis saat debat panas jadi suka keluar nggak sinkron. Saya mengucapkan matur nuwun (terima kasih). Mohon kyai, gus, ustaz mohon arahannya terus, saya pamit,” kata dia.

Baca Juga: Susi Serang Abu Janda di Twitter, Denny Siregar: Hidup Memang Seanjing Itu

Menanggapi video itu, Roy Suryo mengaitkan dengan kasus yang menjerat Ambroncius Nababan.

"Tweeps, seperti video pengakuan si Ambroncius Nababan yang membuatnya masuk ke Bui lalu, ini video PENGAKUAN SALAH JEMPOL dari si Abu Janda yang memecah belah Islam: Jadi Islam Arab (?) dan Nusantara (?). Ayo @CCICPolri @DivHumas_Polri jangan ragu-ragu, ini bukti akurat!" tandas Roy Suryo.Polemik Abu Janda, Roy Suryo: Habis Rasis, Sepah Dibuang

Load More