Affi menjelaskan bahwa dirinya sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Walau begitu, saudara korban yang juga santri di pesantren tersebut malah menutupi kasus itu dari kedua orang tuanya dan menolak kasus ini ditindaklanjuti.
"Sejauh ini sudah saya dilaporkan ke KPAI melalui salah satu keluarga saya juga. Kakak korban yang seorang santri menutupi dari orang tuanya. Menolak kasusnya ditindaklanjuti, alias disudahi saja," tandas Affi.
Melihat tak ada pihak yang dapat diajak kerja sama termasuk kakak korban, Affi lantas memberitahu pihak orang tua korban yang pernah menjadi santri di tempat itu.
Dari penuturannya kedua orang tua korban, Affi menemukan bahwa pernyataan kakak korban yang sudah memberitahu kepada kedua orang tuanya tentang kejadian itu adalah bohong.
"Hari ini saya klarifikasi menanyakan ke ortu si korban (kebetulan kenal karena mbak ini dulu juga santri sini, yang mengasuh saya saat kecil). 1. Belum ada laporan ke orang tua. 2. Kakak korban konfirmasi ke saya sudah dilaporkan orang tua dan tidak perlu diperpanjang," jelas Affi.
Mengetahui informasi tersebut, orang tua korban turut berterima kasih pada Affi karena sudah perduli dengan anaknya.
Tak menganggap remeh kasus penganiayaan ini, Affi juga melaporkan kejadian ini pada jaringan Gusdurian di wilayah pesantren. Perempuan ini juga menghubungi mantan ajudan Presiden Gus Dur, Priyo Sambadha untuk membantunya.
"Oiya saya juga sudah melaporkan ke jaringan Gusdurian di wilayah pesantren ini. Matur suwun arahannya Pak @PSambadha kemana saya harus menghubungi," ucapnya.
Baca Juga: Antimainstream! Kotak Amal Berbentuk Keranda, Warganet: Auto Ingat Sedekah
Meskipun begitu, Affi mengatakan ia begitu menghormati pamannya yang punya dan memimpin pesantren tersebut. Namun karena kasus itu sudah berkali-kali ia dengar, akhirnya ia tak tahan untuk melaporkan.
"Yang punya pesantren orang besar, sayapun sungguh menghormati beliau sebagai seorang Kyai dan Pakdhe saya sendiri. Tapi, ini sudah berkali-kali saya dengar. Yang katanya sudah selesai tapi berulang. Ngapunten," tuturnya.
Di utasannya itu, Affi mengatakan ia siap menerima konsekuensi apapun atas bergulirnya kasus tersebut. Ia juga berharap tidak semua pesantren seperti itu.
"Setelah ini saya siap menerima konsekuensi apapun dari pelaporan saya ke media sosial, jaringan Gusdurian dan KPAI. Doakan mudah-mudahan bisa dikawal, mudah-mudahan dibantu. Mudah-mudahan tidak semua pesantren seperti ini," terang Affi.
Affi turut menegaskan bahwa dalam kasus ini, dia menyoroti tindak kekerasan pelaku bukan pesantrennya. Karena menurutnya didikan pesantren tersebut sangat bagus.
"Ijin meluruskan dan menambahkan. Saya tau betul di pesantren ini didikannya sangat bagus. Yang saya soroti di sini adalah tindak kekerasan pelaku. Mohon bantuan doanya teman-teman agar kasus ini bisa terselesaikan dan tidak berulang," pintanya.
Berita Terkait
-
Curhat Perempuan Diancam Beli Jaket untuk Pacar: Aku Capek Tapi Sayang
-
Nyeleneh, Pengumuman di Warung Nasi Ini Bikin Pembeli Mikir Dua Kali
-
Viral Cowok Memaksa Minta Uang ke Pacar untuk Beli Hoodie, Banjir Hujatan!
-
Kocak! Aksi Ibu-ibu Santuy Naik Odong-odong, Publik Malah Khawatir
-
Tak Hanya Wanita, Viral Bapak-bapak Ikut Jadi Korban Sinetron Ikatan Cinta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!