BeritaHits.id - Partai Demokrat (PD) dilanda isu kudeta. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut ada upaya gerakan kudeta merebut partai dari dirinya pada konferensi pers Senin (1/2/2021) siang.
AHY menyatakan, pengambilalihan posisi Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden di Pemilu 2024.
Menanggapi kabar itu, kader partai Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muannas Alaidid mengatakan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai, tapi AHY sudah ribut dengan masalah Pilpres 2024.
Lebih lanjutnya, Muannas Alaidid turut menyentil AHY dengan ucapan ayahnya yang fenomenal beberapa waktu lalu.
"Pandemi belum selesai selalu ribut soal Pilpres, Tuhan tidak suka!," tulis @muannas_alaidid seperti dikutip Suara.com, Selasa (2/2/2021).
AHY menjelaskan, menurut kesaksian dan informasi yang didapatnya, gerakan kudeta itu melibatkan sejumlah pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan dan dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, diketahui pelaku gerakan ini berjumlah lima orang yang terdiri dari satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah enam tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan satu mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.
AHY mengatakan, gerakan tersebut sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Jokowi.
"Lebih lanjut, gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas "praduga tak bersalah" (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ujar AHY.
Baca Juga: Reaksi AHY Bisa Dipahami, Partai Berkarya Jadi Contoh Nyata
Untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, AHY mengaku telah mengirimkan surat secara resmi kepada Jokowi.
"Saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Demokrat Terimakasih Mahfud Bantah Restui Moeldoko Kudeta Jabatan AHY
-
Isu Kudeta Partai Demokrat, Mahfud MD: Mengagetkan, Terpikir Saja Tidak
-
Mahfud MD: Jabatan Menkopolhukam Tak Laku Kasih Restu Kudeta Demokrat
-
Viral! Wanita Joget Ampun Bang Jago, Tak Sadar Ada Konvoi Kudeta Militer
-
Reaksi AHY Bisa Dipahami, Partai Berkarya Jadi Contoh Nyata
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!