BeritaHits.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas belum lama ini menerbitkan surat keputusan bersama terkait seragam sekolah.
SKB 3 Menteri itu menjadi sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya Sujiwo Tejo yang mengaku tidak memuji keputusan tersebut.
"Mbah kok gak muji SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah? Gak bagus?" kata Sujiwo Tejo seperti dikutip Suara.com lewat jejaring Twitter miliknya, Minggu (6/2/2021).
Sujiwo Tejo menegaskan, dia tidak menyebut SKB 3 Menteri itu buruk. Hanya saja, itu memang sudah menjadi pekerjaan seorang menteri yang sejatinya merupakan pelayan rakyat.
"Bagus. Tapi SKB itu kan pas bandrol, pas dengan yang para menteri terima dari rakyat berupa berbagai kemewahan fasilitas negara. Masak harus ditambah lagi dengan pujian dari rakyat. Kecuali kalau mereka bekerja melampaui bandrol," sambung Sujiwo Tejo.
Sujiwo Tejo kemudian menyoroti para menteri yang hidupnya disokong rakyat. Kata dia, para menteri sudah tidak lagi memikirkan biaya obat, listrik, dan sebagainya.
Menurut Sujiwo Tejo, hal itu merupakan bentuk traktiran dari rakyat.
"Pas bandrol no comment. Di bawah bandrol, kita kritik. Dalam versi negara, bentuk pujiannya Bintang Jasa. Khusus bagi yang bekerja MELAMPAUI TUGASNYA," tegas Sujiwo Tejo.
Lebih lanjut soal pujian terhadap SKB 3 Menteri, menurut Sujiwo Tejo hal itu tak ubahnya seperti bertepuk tangan terhadap tukang las yang selesai menyambungkan besi.
Baca Juga: Facebook Jokowi Diserbu Warganet Malaysia: Pak Joko, Ambil Saja PM Yassin
"Ya, 3 menteri memang sudah sepatutnya bikin SKB kaya gitu. Sudah pas bandrol. Ayo, para menteri, bikin karya-karya yang di atas bandrol," ujar Sujiwo Tejo.
Perlu diketahui, SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah diterbitkan pada Rabu (3/2/2021).
SKB 3 Menteri itu berisi tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam SKB itu diatur, pemerintah daerah dan sekolah tak boleh mewajibkan atau melarang penggunaan seragam dan atribut agama.
Ada tiga pertimbangan penyusunan SKB tiga menteri mengenai penggunaan seragam sekolah, kata Nadiem.
Tiga pertimbangan tersebut, yakni sekolah berfungsi membangun wawasan, sikap dan karakter peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!