Scroll untuk membaca artikel
Reza Gunadha | Hernawan
Kamis, 18 Februari 2021 | 12:08 WIB
Viral warga tuban (Instagram/smart.gram)

"Lawan dengan gigih tanahku hancurkan karena karena uang. Ekonomi yang mencekik dijadikan ajang pelebaran kekuasaan. Semoga saling menguntungkan," balas @ban****ja.

"Senang sesaat seperti yang sudah-sudah. Efeknya perekonomian di daerah tersebut meningkat. Warga yang uangnya dijadikan modal usaha berkembang pesat, yang uangnya buat foya-foya mendadak jatuh miskin," tutur @ale******wan.

Untuk melihat video yang telah disukai ribuan warganet tersebut, klik di sini.

Sebelumnya, Perangkat Desa Sumurgenung membenarkan bahwa video viral kedatangan 17 mobil benar baru saja dibeli oleh sekelompok warga desanya.

Baca Juga: Banyak Warga Tuban Mendadak Kaya Raya, Pertamina Buka Suara

Pembelian secara berjemaah itu dilakukan usai uang ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak Tuban Pertamina atau New Grass Root Refinery (NGRR) wilayah Kecamatan Jenu dibayarkan.

Ia mencatat, total ada sekitar 176 mobil baru yang telah dibeli oleh warga sebagai dampak dari ganti rugi lahan proyek. Hal itu belum termasuk pembelian mobil bekas. Bahkan dalam satu kepala keluarga ada yang membeli dua sampai tiga mobil sekaligus.

Sementara itu, Kades Sumurgenung Gianto menyinggung kelompok warga yang pro-kontra dengan pembebasan lahan kilang minyak.

Dia mengatakan, berbagai merk jenis kendaran mobil telah dibeli warga desanya dan kloter terakhir kelompok warga yang sebelumnya pro - kontra pembebasan lahan kilang sampai akhirnya tahap konsinyasi pengadilan negeri.

"Mereka yang videonya viral berkelompok mulai penolakan hingga pengambilan uang konsinyasi. Mereka warga kami dan pendukung saya di Pilkades," papar Gianto.

Baca Juga: Viral Pemuda Berseluncur di Bendungan, Publik: yang Terakhir Bukan Orang

Kilang minyak sempat ditentang pada 2019. Alasannya saat itu adalah warga merasa harga pembebasan lahan belum cocok.

Load More