Scroll untuk membaca artikel
Reza Gunadha | Hernawan
Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:19 WIB
Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. [Suara.com/Muhammad Yasir]

BeritaHits.id - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko mengomentari pernyataan Pendiri NII yang menyebut banyak artis hijrah yang berbaiat pada kelompok radikal dan mendukung pendirian negara Islam.

Budiman Sudjatmiko melempar sindiran menohok dan meminta oknum artis hijrah tersebut banyak belajar sejarah dan filsafat. Terlebih bagi mereka yang ingin menembus kesalahan di masa lalu.

Pasalnya, paras menawan dan harta berlimpah tanpa dibarengi kecerdasan sejarah serta filsafat menurut dia rentan dipengaruhi.

"Cantik, gagah, atau kaya raya tanpa kecerdasan sejarah dan filsafat memang paling suka didongeni tentang kiat kilat untuk selamat dunia akhirat (apalagi kalau diingatkan bahwa hidup mereka selama ini blangsak)," tulis Budiman Sudjatmiko  lewat jejaring Twitter pada Jumat (19/2/2021) seperti dikutip Suara.com.

Baca Juga: Tanya Lowongan Langsung Nodong Gaji, Pelamar Kerja Ini Panen Hujatan

Potongan utas Budiman Sudjatmiko tentang oknum artis hijrah (Twitter).

"Selebritis-selebritis Indonesia, jika kamu ingin menebus masa lalumu, belajarlah sejarah dan filsafat. Kamu akan memaafkan masa lalumu sebagai hal yang manusiawi, bukan untuk dikutuk, tetapi sebagai pelajaran. Jadi baik adalah 1 hal penting, jadi dewasa juga hal penting lain," sambung dia.

Budiman Sudjatmiko mengatakan, tidak ada penebusan rasa bersalah pribadi yang layak dilakukan dengan membuat kesalahan baru secara sosial.

Dia menyoroti tudingan yang menyebut segelintir oknum artis hijrah mendukung pendirian Khilafah Islamiyah atau Negara Islam.

"Kesalahan masa lalumu gak sebesar itu sehingga kalian merasa bahwa itu hanya bisa ditebus dengan mendirikan negara Islam," tukas Komisaris Independen di PTPN V itu.

Potongan utas Budiman Sudjatmiko tentang oknum artis hijrah (Twitter).

"Janganlah bilang bahwa rasa kenyang itu dosa sambil kalian memegangi perut kenyang. Jangan pula kalian bilang bahwa sukses dan terkenal itu tipu dunia sambil kalian menikmati sorot kamera," imbuh Budiman menambahkan.

Baca Juga: Polemik Museum SBY, Rachland Nashidik Ungkit Makam Gus Dur Dibangun Negara

Budiman Sudjatmiko lebih lanjut menuturkan, kenapa saat oknum artis hijrah dahulu menumpuk 'dunia' tak pernah malu, sementara saat ini semua disebut sebagai 'tipu daya dunia' juga tidak merasa malu.

Load More