Scroll untuk membaca artikel
Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Minggu, 21 Februari 2021 | 20:07 WIB
Warga melintasi berjalan banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). [Antara Foto]
Dedek Prayudi bongkar data banjir tahunan yang disembunyikan pemprov DKI (Twitter/uki23)

Tercatat pada 2016 ada 7.760 jiwa yang mengungsi, kemudian meningkat menjadi 9.100 jiwa pada 2017.

Angka tersebut kembali mengalami peningkatan di tahun 2018 sebanyak 15.627 jiwa dan naik dua kali lipat menjadi 36.445 jiwa pada 2020.

Tak hanya peningkatan jumlah pengungsi, Dedek juga menyoroti data yang menyebutkan banjir tiap tahun semakin lama surut.

Pada 2016, 2017 dan 2018 tercatat banjir surut dalam waktu dua hari, namun pada 2020 tercatat banjir baru surut setelah empat hari.

Baca Juga: Anies Klaim Permukaan Air di Sejumlah Sungai Jakarta Sudah Kembali Normal

"Jumlah pengungsi meningkat, banjir semakin lama surut," ujar Dedek.

Dedek berpesan kepada Pemprov DKI Jakarta agar bisa lebih jujur lagi dalam menyampaikan data ke publik.

"Coba lebih jujur, wahai Pemprov ku, my love," tukas Dedek.

Load More