Karena itulah Anies beranggapan jika yang dibangun bukanlah gorong-gorong, tetapi memastikan air menyerap ke tanah, tanpa perlu ada penggusuran.
"Dia juga bilang akan lakukan naturalisasi, pembaruan ekosistem, perbanyak tanaman tepi sungai, mengganti dinding sungai jadi kawasan hijau. Tapi semua tak pernah jelas, tak ada eksekusi yang jelas. Sudah naturalisasi Ahok dihapus, normalisasi juga tak dijalankan,” paparnya.
Anies pula lah yang disebut-sebut Ade telah memotong anggaran penanggulangan banjir pada 2019 lalu, dari Rp 800 miliaran menjadi cuma Rp 300 miliaran.
Alhasil usai 2020 hujan ekstra turun, banjir langsung terjadi di mana-mana.
“Dia tak juga mencegah agar petaka 2020 terulang, dia cuma banyak berdoa agar hujan tak turun. Dan terbukti doa-doa tak manjur, ibu kota terendam pada 2021," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!