Karena itulah Anies beranggapan jika yang dibangun bukanlah gorong-gorong, tetapi memastikan air menyerap ke tanah, tanpa perlu ada penggusuran.
"Dia juga bilang akan lakukan naturalisasi, pembaruan ekosistem, perbanyak tanaman tepi sungai, mengganti dinding sungai jadi kawasan hijau. Tapi semua tak pernah jelas, tak ada eksekusi yang jelas. Sudah naturalisasi Ahok dihapus, normalisasi juga tak dijalankan,” paparnya.
Anies pula lah yang disebut-sebut Ade telah memotong anggaran penanggulangan banjir pada 2019 lalu, dari Rp 800 miliaran menjadi cuma Rp 300 miliaran.
Alhasil usai 2020 hujan ekstra turun, banjir langsung terjadi di mana-mana.
“Dia tak juga mencegah agar petaka 2020 terulang, dia cuma banyak berdoa agar hujan tak turun. Dan terbukti doa-doa tak manjur, ibu kota terendam pada 2021," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!