Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Sejumlah atlet bulutangkis melakukan latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (7/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

BeritaHits.id - Sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia melayangkan kritik keras pada Badminton World Federation (BWF) selaku penyelenggara pertandingan bergengsi dunia All England 2021.

BWF telah memaksa pemain Indonesia keluar dari pertandingan All England lantaran berada dalam satu pesawat dengan seorang penumpang yang terkonfirmasi Covid-19.

Seluruh tim dan kru Indonesia diminta untuk menjalani isolasi mandiri selama beberapa hari dan dilarang mengikuti pertandingan bergengsi All England.

Para atlet menilai panitia acara menerapkan aturan yang tidak adil.

Baca Juga: Menyatu Jadi Warganet, Kang Emil Beri Kritik Menohok ke All England dan BWF

Mereka beramai-ramai mengkritik BWF dan menuntut adanya keadilan atas tim Indonesia agar bisa berlaga di All England.

Salah satunya atlet Marcus Fernaldi Gideon yang mengkritik keras sikap BWF.

Marcus Gideon protes ke BWF (IG/margusfernaldig)

Marcus melalui akun Instagram miliknya @marcusfernaldig menilai BWF telah gagal mengurusi permasalahan yang ada dan tidak memberikan perlindungan terhadap para pemain yang akan bertanding.

"BWF telah gagal mengatur masalah ini. Jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid-19, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem yang menjamin keamanan kami. Pemain harus menjalani karantina sebelum turnamen," kata Marcus seperti dikutip Beritahits.id, Jumat (19/3/2021).

Marcus mengungkap adanya kasus tujuh pemain positif Covid-19 di hari sebelumnya tidak diperlakukan sama seperti pemain Indonesia yang hanya satu pesawat dengan penumpang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Didiskualifikasi Dari All England 2021, Tim Indonesia Dibela Warganet Dunia

"Permainan hari ini ditunda sebelum tujuh kasus positif yang mereka temukan di anggota tim lain (negara lain). Setelah mereka dites ulang, hasilnya semua dinyatakan negatif, Jadi mengapa kami tidak memiliki keadilan yang sama di sini?" tutur Marcus.

Komentar