BeritaHits.id - Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengomentari larangan mudik oleh Pemerintah Indonesia. Menurutnya, kebijakan itu tetap tidak akan mencegah masyarakat untuk mudik.
Pernyataan ini diungkapkan dalam akun media sosialnya. Ia menyebut tradisi mudik selama ini sudah dimaknai sebagai kebutuhan rohani bagi umat muslim di Tanah Air untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.
"Tahun ini dilarang mudik lebaran sama pemerintah. Namun sulit utk mencegah masyarakat mudik karena mudik sudah jadi kebutuhan rohani masyarakat di saat hari raya," tulis Arief di akun Twitter seperti dikutip oleh BeritaHits.Id, Minggu (4/4/2021).
Larangan mudik sendiri diterapkan demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas. Apalagi, situasi penyebaran Covid-19 di Indonesia sudah semakin parah.
Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia telah mencatat lebih dari 1,5 juta kasus hingga Minggu (4/4/2021). Virus corona juga telah membunuh lebih dari 40 ribu orang.
Arief lantas memberikan sebuah solusi kepada Pemerintah Indonesia agar masyarakat bisa tetap mudik. Solusi ini adalah memberikan vaksin Covid-19 bagi warga yang ingin mudik.
Cara ini dinilai sanggup mengendalikan penyebaran virus corona. Arief turut menyampaikan solusi ini dengan menandai Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Nah yang mau mudik di berikan vaksin COVID-19 agar mencegah penyebaran covid ke daerah. @jokowi, @ganjarpranowo, @KhofifahIP," saran Arief.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Baca Juga: Kritik Jokowi Hadiri Pernikahan Atta Aurel, Farhat Abbas Bantah Pansos
Keputusan larangan mudik lebaran 2021 ditetapkan setelah rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan sejumlah menteri serta lembaga negara pada 26 Maret lalu.
Larangan mudik Lebaran 2021 bakal berlangsung selama 12 hari. Selama periode tersebut, masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas atau kegiatan yang berpotensi menularkan virus corona.
Berita Terkait
-
Kritik Jokowi Hadiri Pernikahan Atta Aurel, Farhat Abbas Bantah Pansos
-
Jokowi Saksi Nikah, Ade Armando ke Atta: Tahu Diri Yah, Jangan Pamer Harta
-
MUI: Artis Lebih Dikagumi daripada Ustadz, Kritik Jokowi ke Nikahan Aurel?
-
Farhat Abbas Nyinyir Jokowi ke Nikahan Aurel, Netizen: Gak Diundang Tuh
-
Presiden Jokowi Hadiri Pernikahan Atta dan Aurel, Netizen Sindir Petamburan
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!