BeritaHits.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memang telah kalah dari kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sengketa Partai Demokrat. Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang di bawah kepemimpinannya sudah ditolak pemerintah.
Kini, Mantan Panglima TNI itu mulai membagikan aktivitas terbarunya pasca kekalahan dari Partai Demokrat kubu AHY. Melalui akun Instagramnya, ia terlihat asyik bercocok tanam.
Moeldoko rupanya sedang hobi merawat tanaman di rumahnya. Ia nampak melakukan kegiatan berkebun di kediamannya bersama dengan istrinya, Koesni Harningsih.
"Usai olahraga pagi, menghabiskan waktu dengan istri merawat tanaman," tulis Moeldoko dalam caption akun Instagram resminya, Minggu (4/4/2021).
"Berbagai jenis tanaman punya karakter masing-masing. Dengan ikut merawat, saya belajar dari istri mengenalinya," lanjutnya.
Moeldoko nampak santai dengan mengenakan kaos polos berwarna putih dan celana pendek. Tak lupa, ia turut menyeduh secangkir minuman di halaman rumahnya yang penuh tanaman.
Postingan itu rupanya menarik beragam komentar dari warganet. Sebagian besar dari mereka justru tidak mengomentari aktivitas Moeldoko, namun menyinggung kekalahannya dari kubu AHY dan memberi nasehat.
"Di usia purna, seharusnya bapak fokus istirahat menikmati masa tua seperti ini. Udah gak usah kudeta-kudeta lagi ya pak," timpal warganet lainnya.
"Semoga tidak meng-kudeta tanaman istrinya," pesan warganet lainnya.
Baca Juga: Pengamat Sentil SBY dan AHY: Wajib Minta Maaf ke Presiden Jokowi
Seperti diberitakan sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly menolak berkas dokumen permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB.
"Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara 5 Maret 2021 ditolak," kata Yasonna.
Yasonna mengatakan dari hasil pemeriksaan dan verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik sebagaimana yang dipersyaratkan, masih terdapat beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi.
Beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi tersebut yaitu perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tidak disertai mandat dari ketua DPD dan DPC.
Berita Terkait
-
Pengamat Sentil SBY dan AHY: Wajib Minta Maaf ke Presiden Jokowi
-
Muncul Wacana Rangkul Moeldoko, Begini Respons AHY
-
AHY Kunjungi PP Muhammadiyah Yogyakarta, Ini Topik yang Dibahas
-
Menkumham Didatangi Kader Senior Demokrat, Sebut KLB AHY Tak Sesuai Aturan
-
Usai Prahara, Demokrat Masuk Lima Besar Partai Berelektabilitas Tinggi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!