"Adekku masuk Rumah Sakit gara-gara seblak hobi banget makan pedes-pedes. Sayangi lambung kalian," ungkap @honey_lee26 memberi saran.
"Dari pada makan mie terus. Sehari-hari makan mie (emoji tertawa)," komentar @mul_yanaaaa.
"'Nggak punya duit nyeblak', pasti hutang dulu ya mba," ujar @najhan_xhans.
"Bukan hari namanya tanpa seblak," tulis @serpihann.hati mengungkapkan pendapatnya.
"Next konten: kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?" tambah @mandaaaa06_.
Video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Banyak yang Doyan, Ini Manfaat Makan Makanan Pedas
Siapa tak suka makanan pedas? Selain nikmat, makanan pedas bisa bikin nafsu makan jadi berlipat. Meski pada beberapa kasus makanan pedas bisa membuat orang sakit perut, namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi orang untuk terus menyukainya.
Nah, tahukah Anda bahwa selain membuat ketagihan, makanan pedas ternyata juga memberi manfaat? Dilansir daro laman Firstwefeast, ini beberapa manfaat makan makanan pedas yang mungkin belum Anda tahu.
Baca Juga: Pesawat Delay Dapat Nasi Kotak, Warganet Merasa Tertipu Pas Lihat Isinya
1. Membantu menurunkan berat badan
Ilmuwan di Universitas Daegu, Korea, menemukan tikus yang diberi diet tinggi lemak dikombinasikan dengan capsaicin (zat aktif pada cabai yang menimbulkan rasa pedas) membakar lebih banyak lemak daripada tikus dengan diet tinggi lemak tanpa capsaicin. Para peneliti mampu membuktikan bahwa capsaicin membantu mengurangi ukuran sel lemak dengan meningkatkan produksi protein di dalam sel.
Dalam sebuah studi tahun 2010, The Journal of Proteome Research juga menemukan bahwa capsaicin dapat menurunkan produksi sel lemak.
2. Mengurangi risiko tumor
Sebuah studi dari Edwards School of Medicine di West Virginia menunjukkan capsaicin memiliki sifat anti-proliferatif yang dapat melindungi tubuh dari tumor kolorektal dan kanker paru-paru. Capsaicin mengaktifkan saluran ion yang disebut TRPV1, yang dapat membantu melindungi tubuh dari panas, keasaman, dan bahan kimia pedas. Ketika TRPV1 berinteraksi dengan reseptor faktor pertumbuhan epidermal, itu dapat menurunkan risiko perkembangan tumor usus dan pertumbuhan yang tidak diinginkan lainnya.
3. Menurunkan risiko serangan jantung dan stroke
Berita Terkait
-
Viral, Nama Unik Diambil dari Kebalikan Ejaan Tanggal Pernikahan Ortu
-
Seru! Pergoki Selingkuh, Istri Labrak Suami di Tempat Umum
-
Curhat Sopir Truk ke Presiden soal Kemacetan, 'Sakit Dimarahi Istri Terus'
-
Geger Mobil Damkar Oleng Tabrak SPBU, Sopir Panik Lihat Api Berkobar
-
Pesawat UFO Tiba-tiba Muncul dari Gedung Bikin Heboh Warganet, Ternyata...
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!