BeritaHits.id - Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan polemik Vaksin Nusantara merupakan salah satu pendewasaan publik.
Daeng meminta agar kontroversi Vaksin Nusantara yang ramai diperbincangkan publik untuk tidak dibawa ke ranah politik.
Menurut Daeang, Vaksin Nusantara merupakan hal-hal ilmiah yang seharusnya netral.
"Saya melihat dari kacamata medis, ini hal yang sederhana jangan dibawa ke hal politis. Jangan dibawa polemik ke media," ujarnya, dalam tayangan video akun Youtube Najwa Shihab, dikutip Beritahits.id, Kamis (22/4/2021).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam forum ilmiah tidak ada saling mendukung, testimoni, dan tidak ada sentimen positif negatif.
"Karena forum ilmiah itu tidak ada dukung-dukungan, tidak ada testimoni, tidak ada sentimen positif negatif, tidak ada headline yang bombastis," lanjutnya.
Daeng mengatakan bahwa persoalan ilmiah seharusnya netral. Sebab yang harus dicari ialah keterbuktian ilmiah sehingga apabila ada kekurangan harus didiskusikan kembali oleh peneliti.
"Ilmiah itu netral-netral saja karena yang dicari itu keterbuktian ilmiah. Seandainya peneliti apabila ada yang kurang, ya sudah tinggal diskusi lagi," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui bahwa program vaksin Nusantara yang digagas oleh mantan Menkes Terawan Agus Putranto mendapat sorotan publik.
Baca Juga: DPR Apresiasi Kerjasama Menkes dan BPOM dalam Penelitian Vaksin Nusantara
Pada awalnya, BPOM tidak mengizinkan uji klinis fase II, sejumlah politikus memamerkan diri menjadi relawan Vaksin Nusantara.
BPOM bahkan menyarankan penelitian ini dikembangkan dulu di pra-klinik sebelum masuk uji klinik untuk mendapatkan konsep dasar yang jelas.
Kontroversi Vaksin Nusantara itu memunculkan aksi dukung mendukung lantaran BPOM saat itu belum mengeluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK).
Sejumlah tokoh politik, artis, hingga peneliti pun ikut mendeklarasikan dukungan terhadap BPOM.
Berita Terkait
-
Tips Tetap Aktif Bekerja Selama Puasa Ramadhan ala Ketua PB IDI
-
Ketua Umum IDI: Deteksi Dini Jadi Kunci Tangani Kanker
-
Vaksin Nusantara: Penelitian Metode Sel Dendritik Dilanjutkan
-
DPR Apresiasi Kerjasama Menkes dan BPOM dalam Penelitian Vaksin Nusantara
-
Uji Klinis Vaksin Nusantara Disetop, Riset Dilanjutkan untuk Non-Komersial
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!