BeritaHits.id - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menyebut Laut Bali yang menjadi lokasi KRI Nanggala 402 tenggelam memiliki pusaran arus yang sangat kuat dan kompleks.
Hal itu disampaikan oleh Daryono melalui akun Twitter miliknya @daryonobmkg.
"Laut Bali, lokasi KRI Nanggala-402 tenggelam bukan yang terdalam di Indonesia tetapi laut ini memiliki pusaran arus sangat kuat dan kompleks," kata Daryono seperti dikutip Beritahits.id, Selasa (27/4/2021).
Laut Bali diibaratkan seperti mangkuk raksasa yang amat dalam dengan kemiringan yang cukup terjal.
Tak hanya memiliki pusaran arus kuat, di Laut Bali juga terdapat segmen-segmen sesar naik yang aktif.
Sesar naik aktif tersebut memanjang hingga ke wilayah Flores.
"Terdapat segmen-segmen sesar naik aktif yang memanjang hingga Flores," ujarnya.
Menurut catatan BMKG, sesar-sesar naik yang aktif di Laut Bali tersebut pernah memicu gempa kuat dan tsunami destruktif puluhan tahun silam.
"Pernah memicu gempa bumi kuat dan tsunami destruktif pada 1815, 1820, 1836, 1855, 1859, dan 1992," tuturnya.
Baca Juga: Sejarah KRI Nanggala 402: Perbaikan, Teknologi Hingga Usia yang Uzur
Kapal Terbelah Tiga Bagian
KRI Nanggala 402 telah berhasil ditemukan di kedalaman 838 meter, namun kondisi tubuh kapal selam terbelah menjadi tiga bagian.
"Dari tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter, terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Minggu (25/4/2021).
"Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," lanjut Laksamana Yudo Margono.
Selanjutnya ditunjukkan pakaian escape suit MK11 yang diambil oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot dalam air.
"Ini adalah pakaian escape suit MK11 yang tadi ini diambil oleh ROV MV Swift Rescue. Pakaian ini sempat keluar kemudian dijepit," kata Laksamana Yudo Margono.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!