BeritaHits.id - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun turut angkat bicara soal isu pelemahan KPK yang tengah hangat diperbincangkan publik. Refly menilai, orang-orang dalam lingkup kekuasaan menganggap pelemahan KPK adalah proyek yang harus disukseskan.
Lewat sebuah video berjudul "Live! Novel dkk Dibegal Soal!! yang diunggah di kanal Youtubenya, Rabu (5/5/2021) Refly menilai ada pihak yang seolah-olah senang dengan usaha pelemahan KPK.
"Celakanya para pendukung kekuasaan ini, tiba-tiba entah bagaimana ilhamnya merasa bahwa pelemahan KPK itu seperti proyeknya Jokowi juga yang harus disukseskan, kira-kira begitu," ujar Refly.
"Sahingga kalau misalnya kita bersedih dengan undang-undang nomor 19 tahun 2019, peng-ASN-an pegawai-pegawai KPK, kemudian KPK yang sudah tak bertaji lagi, para pendukung pemerintahan terkesan malah bertepuk tangan," ujar Refly.
Menurut Refly, para pendukung kekuasaan berbahagia dengan pelemahan KPK karena memaknainya sebagai deradikalisasi KPK.
"Malah bergembira karena memaknainya sebagai deradikalisasi KPK," sambung Refly.
Lebih lanjut ia menilai bahwa orang-orang yang gembira dengan pelemahan KPK tak menganggap Novel Baswedan sebagai sosok yang dominan dan berpengaruh di KPK.
"Jadi, orang seperti Novel Baswedan itu tidak dilihat sebagai orang yang selama ini banyak menggarap kasus-kasus besar, mulai dari kasus Joko Susilo, dan juga korupsi-korupsi besar lainnya termasuk ketua MK Akil Mochtar," ujar Refly Harun.
Refly menyebut bahwa keberadaan Novel Baswedan justru dianggap sebagai arus radikalisme di KPK.
Baca Juga: Johan Budi: KPK Tak Perlu Pecat Pegawai yang Tidak Lolos Tes ASN
"Tapi dilihatnya sebagai arus radikalisme di KPK, karena mungkin jenggotnya, mungkin karena pembawaannya yang mencirikan kelompok kanan misalnya," lanjut Refly.
Dengan adanya anggapan itu, Refly Harun menilai bahwa Novel Baswedan tidak dilihat sebagai korban dari mafia korupsi yang menyebabkan Novel hampir kehilangan penglihatan total.
"Akhirnya orang malah tidak berpikir bahwa ia adalah korban dari sebuah mafia korupsi yang sudah membutakan matanya, dan dua-duanya hampir buta," ujar Refly.
Video selengkapnya dapat dilihat di sini.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Tes Wawasan Kebangsaan, Anggota DPR: KPK Hanya Jalankan Amanat UU
-
Usman Hamid: Tes Wawasan Kebangsaan Jangan Dijadikan Dalih Pecat Novel Dkk
-
Penggeledahan Tak Perlu Izin Dewas KPK, Eks Jubir: Hormati Putusan MK
-
MK Kabulkan Izin Sita hingga Sadap Balik ke Penyidik, Ini Reaksi Dewas KPK
-
Johan Budi: KPK Tak Perlu Pecat Pegawai yang Tidak Lolos Tes ASN
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!