BeritaHits.id - Kisah seorang ibu hamil yang terpapar Covid-19 jelang melahirkan baru-baru ini viral di media sosial. Ia mengaku ditolak tiga rumah sakit sampai-sampai insiden memilukan terjadi.
Selepas ditangani di rumah sakit keempat, ibu hamil tersebut harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa bayi yang diharapkannya tak tertolong atau meregang nyawa.
Cerita ibu hamil yang terpapar Covid-19 dengan kategori OTG atau orang tanpa gejala tersebut dibagikan melalui akun TikTok @acilcabe.
"Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya," ungkapnya seperti dikutip beritahits.id, Rabu (5/5/2021).
Nyawa Bayi Tak Tertolong
Wanita tersebut menceritakan kronologi dari mulai menikah, mengandung, sampai menjelang momen kelahiran bayi pada 2021 lalu.
"Menikah tanggal 28 Maret 2020. Positif hamil tanggal 23 September 2020," ujarnya.
Wanita itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah membuat acara empat bulanan untuk menyambut kedatangan bayi. Dia juga sudah mengetahui jenis kelamin bayi yakni perempuan.
Singkat cerita, pada 12 Januari 2021, ketuban ibu hamil pecah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dari situ, diketahuilah bahwa ia terpapar Covid-19.
Baca Juga: Gus Miftah Dikritik Masuk Gereja, Profesor Ayang: Pembunuhan Karakter
Namun, wanita tersebut mengatakan bahwa dia sempat ditolak sejumlah rumah sakit padahal kondisinya perlu mendapatkan penanganan lebih.
"Ternyata pas dibawa ke dokter, aku positif Covid-19. Aku ditolak tiga rumah sakit dengan alasan ruangan penuh untuk pasien covid-19. Sedangkan darah sudah keluar terus," ujarnya.
Sempat menemukan titik terang, rumah sakit keempat mau menerima dan menangani ibu hamil itu. Namun, kondisi bayi sudah berbeda.
"Setelah dokter cek ternyata di jalur lahir, kaki dan tali pusar sudah keluar. Alhamdulillah anakku keluar sendiri tanpa ngeden. Dan akhirnya di RS ke-4 aku diterima dan ditanganin," paparnya.
Namun, kenyataan pahit mesti diterima wanita itu dengan sang suami karena bayi tidak bisa ditolong lagi.
"Tapi anakku gak ketolong karena terlalu lama cari RS yang mau terima pasien Covid-19. Sehari di Rumah Sakit aku langsung pulang dan isolasi mandiri di rumah karena aku termasuk OTG (orang tanpa gejala)," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!