Reza Gunadha | Hernawan
Rabu, 05 Mei 2021 | 15:32 WIB
Balita dianiaya ibu kandung dan selingkuhan karena mengganggu berhubungan intim (Instagram/ndorobeii).

Salah seorang dokter di rumah sakit yang bertugas memeriksa korban penganiayaan lapor polisi usai menemukan kejanggalan.

Awalnya korban penganiayaan dilarikan ke rumah sakit oleh YN dan RH karena ada keluhan sesak nafas.

Ketika dicecar berbagai pertanyaan, pelaku YN dan RH sempat kelabakan sehingga dokter semakin yakin bahwa ibu kandung dan selingkuhan melakukan penganiayaan.

4. Selingkuhan Mengaku Mabuk

Pernyataan YN soal penganiayaan anak tidak sama dengan RH, selingkuhannya. Kepada Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, RH berdalih dirinya kecanduan minum alkohol.

Dari situ, RH mengaku bisa melihat roh jahat. Kata dia, di tubuh korban ada roh jahat sehingga dia berusaha untuk mengeluarkan dengan menjejali cabai.

5. Korban Meninggal Dunia

Korban penganiayaan ibu kandung dan selingkuhannya yang berusia 2 tahun tersebut diketahui meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.

Aparat berwenang mengatakan, di sekujur tubuh korban terdapat luka-luka lebam. Termasuk di sisi leher, ditemukan luka memar.

Baca Juga: Lagi Mudik Beli Makan di Pinggir Jalan, Rombongan Ini Syok Tahu Total Harga

Korban penganiayaan ditetapkan meninggal dunia pada Minggu (25/4/2021) pada pukul 12.20 WIB.

Saksi mata yang merupakan tetangga korban menuturkan hal serupa. Mulyono mengaku sempat melihat korban dalam keadaan penuh luka lebam.

Saksi dikabarkan sempat mendekati dan melihat tubuh korban dalam kondisi telanjang bulat. Dari situ dia menjumpai fakta bahwa tubuh korban penuh luka.

Namun, saat saksi mengonfirmasi, selingkuhan ibu korban mengaku anak dua tahun itu ayan atau kerasukan sehingga akan dimandikan dengan air bunga.

6. Pelaku Sudah Dibekuk Polisi

Pelaku penganiayaan balita tersebut kekinian sudah dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis.

Load More