Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Rabu, 05 Mei 2021 | 18:15 WIB
Unjuk rasa di PT Pan Brothers Boyolali (Twitter)

BeritaHits.id - Ribuan pekerja PT. Pan Brothers, Tbk, Boyolali menggelar aksi unjuk rasa di kantor mereka. Para pekerja memprotes kebijakan perusahaan yang memberikan gaji dan THR secara dicicil.

Momen ribuan buruh perusahaan itu unjuk rasa viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @nvgrroho.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak ribuan pekerja memakai seragam itu berkumpul di halaman kantor.

"Yang lagi viral nih di Boyolali dan sekitarnya. Mogok kerja sekaligus demo karyawan PT. Pan Brothers Boyolali, menurut info salah satu temanku yang bekerja di sana THR dan gaji dicicil," tulisnya, Rabu (5/5/2021).

Mereka melakukan aksi mogok kerja usai mendapatkan pengumuman dari kantor bahwa pemberian gaji dicicil sebanyak dua kali.

Sementara itu, pemberian THR juga dicicil sebanyak delapan kali.

Unjuk rasa di PT Pan Brothers Boyolali (Twitter)

"Setelah (mendengar) itu para pekerja tidak terima. Kami kerja tetap jalan, lembur jalan. Kenapa Kebijakannya seperti ini. Tadi pagi kami mendapat informasi kemudian semua keluar (unjuk rasa)" ujar salah seorang pekerja dikutip dari Solopos.com -- jaringan Suara.com.

Pekerja lain yang tak mau disebutkan namanya menyebut, jika ditotal mulai dari gaji, THR dan uang lembur maka uang yang harusnya diterima pegawai rata-rata Rp 5 juta per orang.

"Harusnya setiap tanggal 5 gaji dibayarkan tapi tadi diumumkan akan dibayar dua kali, tanggal 5 dan tanggal 10. THR juga dicicil delapan kali. Aturan pemerintah sudah jelas dibayarkan sekali," ungkapnya.

Baca Juga: Viral Kepala Desa di Bojonegoro Tarik THR ke Pelaku Usaha; Buat Perangkat

Aksi unjuk rasa tersebut dimulai sejak pukul 11.00 WIB para pekerja langsung berhamburan keluar memenuhi Jalan Mojosongo - Teras.

Para pekerja menegaskan akan melanjutkan aksi mogok kerja jika pihak perusahaan tidak memberikan keterangan.

"Kalau tidak ada kejelasan ya besok paling mogok kerja," tuturnya.

Load More