BeritaHits.id - Pengamat politik Rocky Gerung ikut mengomentari keputusan majelis hakim yang memberikan vonis empat tahun penjara kepada Habib Rizieq.
Rocky Gerung menilai keputusan hakim tersebut bisa memicu keonaran di publik karena kasus Habib Rizieq kental dengan nuansa politik.
Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung dalam tayangan berjudul "Vonis Habib Rizieq 4 Tahun, Hakim Bisa Kena Pasal Picu Keonaran!" yang disiarkan melalui akun YouTube miliknya.
"Putusan hakim akan bikin keonaran di publik karena di dalam semua peristiwa hukum yang ada nuansa politik, keadilan bukan di ruang sidang, tapi itu rasa di publik," kata Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com.
Menurut Rocky Gerung, publik menolak keputusan hakim atas vonis Habib Rizieq dalam masalah RS Ummi karena dinilai tak adil.
"Kepastian keadilan ada di masyarakat, publik menolak itu, itu dilemanya hakim, yang berupaya balancing tapi akhirnya kalah. Apalagi hakim sebelumnya seolah memahami rasa keadilan publik. Hakim sekarang berbeda, bukan yang sama," tukasnya.
Pengamat politik tersebut bahkan mengungkit Habib Rizieq yang dinilainya menjadi target politik istana sejak awal. Ia juga menyinggung FPI dan Munarman.
"Mungkin hakim lalu dianggap bisa membebaskan Habib Rizieq dan tak sesuai dengan target politik istana terhadap Habib Rizieq. Karena sejak awal ditarget, sama dengan FPI, sama dengan Munarman. Publik lihat itu, publik gak lihat lagi hukum sudah ditegakkan," tegasnya.
Rocky Gerung kemudian menilai polemik Habib Rizieq bisa masih panas dalam beberapa waktu ke depan karena adanya proses banding.
Baca Juga: Momen Ibu Nike Ardilla Bertemu Gadis yang Mirip Anaknya, Nangis hingga Tak Lepas Pelukan
Di tengah masalah Covid-19 yang tak kunjung usai dan ekonomi yang belum sepenuhnya bangkit, ia menyebut kemungkinan muncul keonaran.
"Berarti isu masih akan panas, sementara covid-19 masih menjadi-jadi dan ekonomi memburuk, lalu jadi kerusuhan politik, itu baru namanya keonaran. Akibat keputusan hakim potensial jadi keonaran," kata Rocky Gerung.
"Mungkin 2-3 minggu lagi ada keonaran karena bertemunya kemarahan publik terhadap ketidakadilan terhadap Habib Rizieq dan krisis ekonomi, dan ketidakadilan kabinet menenangkan publik. Satu paket yang disediakan sejarah untuk menghasilkan perubahan," sambungnya.
Lebih lanjut, menurut Rocky Gerung pemerintah tidak bisa mengantisipasi bahwa Habib Rizieq merupakan seorang tokoh.
"Saya gak bisa terangkan, tapi selalu saya terangkan ini, stupidity sebenarnya terlalu dalam. Proyeksi terhadap keharmonisan bangsa gak dipikirkan," tandas Rocky Gerung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!