Scroll untuk membaca artikel
Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani
Senin, 09 Agustus 2021 | 11:15 WIB
Rachland Nashidik.[Twitter/@RachlanNashidik]

"Belum lama kemarin, banyak dari kita meneteskan air mata saat Indonesia Raya dikumandangkan di Olimpiade Tokyo. Lalu bisa-bisanya ada politisi @pdemokrat tiba-tiba hanya karena benci sama situasi, dia mencela dan menghina lagu Indonesia Raya?" tulis @MurtadhaOne1.

Jejak Digital Rachland Nashidik Diduga Menistakan Indonesia Raya. (Twitter/@MurtadhaOne1)

"Masa iya yang musti marah hanya pendukung Jokowi? Seluruh rakyat Indonesia berhak marah sama politisi
@pdemokrat, penista lagu kebangsaan tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, Rachland Nashidik memberi klarifikasi lewat video mengenai hal ini. Ia mengatakan akun Twitternya dibajak pada sejak 29 Juli sampai 7 Agustus 2021.

"Twitter saya dibajak dan tidak bisa lagi digunakan. Akun saya itu sekarang berganti nama, bukan nama asli tetapi nama orang lain, nama yang tidak saya kenal," kata Rachland Nashidik dalam video.

Baca Juga: Viral Tren Pamer Saldo ATM di TikTok, Warganet Merajuk 'Ikoy Ikoy'

Ia mengaku tidak tahu siapa pihak yang membajak Twitternya, lalu menyerukan aksi anti demokrasi. Menurutnya, pihak itu memang sengaja membajak Twitternya karena dirinya aktif mengkritik pemerintah.

"Saya tidak tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas perbuatan anti demokrasi itu. Yang pasti dia tidak suka dengan isi tweet-tweet saya," beber Rachland Nashidik.

Jejak Digital Rachland Nashidik Diduga Menistakan Indonesia Raya. (Twitter/@MurtadhaOne1)

"Saya memang kerap melancarkan kritik kepada pemerintah dan Presiden Jokowi, khususnya tentang penanganan Covid-19 yang memakan begitu banyak jiwa," lanjutnya.

Video klarifikasi Rachland Nashidik itu kembali disorot oleh @MurtadhaOne1 karena dinilai berkelit. Menurutnya, penjelasan politisi Demokrat itu tidak masuk akal.

"Penista lagu kebangsaan Indonesia ini mencoba berkelit, bilang kalau akunnya diretas sejak tanggal 7 Agustus.
Padahal sejak 29 Juli dia sudah menista lagu kebangsaan Indonesia dengan gambar yang sama," tulis @MurtadhaOne1.

Baca Juga: Gus Mus Sindir Maraknya Baliho Tokoh Politik, Warganet: Disindir Mbah Yai Lho, Gak Berkah

"Tolong penista ini diamankan dulu pak @CCICPolri @DivHumas_Polri. Dari kemarahan rakyat," desaknya.

Load More