BeritaHits.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria baru-baru ini dituduh mencuri dana hibah dari Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP). Ia lantas buka-bukaan mengenai hal tersebut.
Melalui akun Facebooknya, Riza mengungkap dirinya difitnah telah mencuri APBD Rp 486 juta. Ia juga difitnah memberikan dana hibah kepada teroris, sampai YPKP diklaim merupakan yayasan milik ayahnya.
"Semalam saya membaca beberapa kesalahan pemberitaan dan fitnah di media sosial," tulis Riza Patria seperti dikutip BeritaHits.id, Sabtu (20/11/2021).
"Dituliskan bahwa Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) milik Ayah Ariza Patria, Ariza Patria mencuri APBD untuk Yayasan milik keluarga, hibah untuk teroris, dan banyak lagi," sambungnya.
Karena itu, Riza berniat meluruskan sejumlah pemberitaan miring mengenai dirinya kepada warganya.
"Warga Jakarta tercinta, terkait rencana anggaran dana hibah dari Dinas Sosial DKI Jakarta sebesar 486 juta rupiah untuk Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP), mohon izin saya ingin menyampaikan lima hal," lanjutnya.
Riza membantah jika YPKP milik dirinya pribadi ataupun keluarganya. Ia menjelaskan yayasan itu sudah berdiri sejak tahun 1976 dalam pemerintahan Gubernur H. Ali Sadikin.
"Pertama, bahwa Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) bukan Yayasan keluarga Ariza Patria, bukan Yayasan Ayah saya dan bukan Yayasan milik pribadi," tegas Riza.
"YPKP ini sudah berdiri sejak tahun 1976, pada 8 April 1976 Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin meresmikan Kampus PKP di Ciracas, Jakarta Timur," sambungnya.
Baca Juga: Situasi Masih Pandemi, Dana Hibah Pemkot Palembang 2022 Capai Rp40 Miliar
Sementara itu untuk dana Rp 486 juta, Riza menjelaskan itu bukan untuk dihibahkan ke yayasan. Namun, dana itu niatnya akan diberikan ke 90 santri yatim piatu. Ia juga memberikan perincian biayanya.
"Kedua, dana hibah sebesar 486 juta rupiah itu bukan untuk yayasan, bukan untuk pengurus yayasan, tapi untuk 90 santri yatim piatu yang dhuafa. Rinciannya: Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) x 3 kali makan x 30 hari x 6 bulan: total Rp 486 juta," tulis Riza.
"Ini sangat murah sekali dibanding standar biaya makan untuk warga binaan sosial sebesar Rp40.480 per hari (Kepgub 2270/2017). Semua akan kita pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," lanjutnya.
Adapun bantuan ini sudah diberikan oleh YPKP oleh pemerintah daerah DKI Jakarta sejak 1976. Mulai dari zaman Gubernur Ali Sadikin sampai Anies Baswedan.
"Ketiga, bantuan sudah diberikan kepada YPKP sejak zaman Bapak H. Ali Sadikin, kemudian Gubernur Sutiyoso mencanangkan pembangunan dan penataan kembali PKP," terang Riza.
"Bulan April 2015, Gub DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga membantu pendirian Gedung STIKes, Gedung Olahraga dan Seni di Kampus PKP Jakarta Islamic School. Zaman Pak Anies juga diresmikan asramanya," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Situasi Masih Pandemi, Dana Hibah Pemkot Palembang 2022 Capai Rp40 Miliar
-
Bobby Nasution Serahkan Bantuan Dana Hibah untuk Yayasan Pembinaan Muallaf Al Muhajirin
-
Soal Hibah Pemprov DKI Rp 900 Juta, Bunda Pintar Indonesia: Anak Zulhas Tak Masuk Struktur
-
Dua Terdakwa Korupsi Masjid Sriwijaya Divonis Bersalah, Dipenjara 12 Tahun
-
Yayasan Ayahnya Dapat Hibah Rp 486 Juta, Begini Penjelasan Wagub DKI Riza Patria
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!