BeritaHits.id - Skimming ATM terjadi kembali, kali ini dirasakan oleh seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal ini dialami oleh pemilik akun Facebook Marsen Sinaga.
"Saya kaget bercampur bingung saaat tiba-tiba pada kamis, 24 November sekitar pukul 14.30, saldo rekening BRI saya tinggal Rp. 95.000," tulis Marsen.
Tabungan sebelumnya senilai Rp. 38.495.000
"Saya segera melapor ke CS (Customer Service) di kantor cabang Prawirotaman [Yogyakarta], Saya meminta petugas CS untuk mencetak laporan transaksi atas rekening saya," tambahnya.
Pada laporan transaksi, Marsen menemukan adanya mutasi di rekening sebesar Rp 38. 400.000. Ia kemudian menyatakan pada CS bahwa tak pernah melakukan transaksi tersbeut.
"Pada tanggal dan jam tersebut saya sedang ada kegiatan pelatihan di dalam ruang pertemuan. Untuk hal ini, saya bisa menghadirkan saksi-saksi yang ada bersama dengan saya di ruangan tersebut," tulis Marsen.
"Kartu ATM saya juga ada di dalam dompet saya, tidak pernah dipinjamkan kepada siapapun," imbuhnya.
Lewat penelusuran pihak bank, diperoleh informasi bahwa rekening tujuan mutasi sebesar Rp 38,4 juta itu adalah ke nomoer atas nama Surya Zidan.
"Saya meminta petugas CS untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap transaksi mutasi tersebut untuk mengetahui di mana lokasi ATM tempat transaksi dilakukan jika itu via ATM, tapi petugas mengaku tidak bisa melakukannya," tulis Marsen.
Baca Juga: Sifat Pria yang Harus Dihindari Jika Ingin Cari Suami dan Berita Lifestyle Lainnya
Pada hari yang sama ia menghubungi call center 14017 dan menceritakan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa sudah memasukkan laporan, namun CS mengatakan bahwa laporan sebelumnya salah sehingga Marsen diberi nomor laporan baru.
Keesokan harinya Marsen kembali ke CS Kantor BRI WIlayah Yogyakarta. Dalam kunjungannya, petugas CS menyataka bahwa mereka hanya bisa meneruskan pengaduan ke pusat karena penangannanya ada di Jakarta.
"Pihak BRI meminta saya menunggu selama 20 hari kerja, tanpa ada kepastian apapun bahwa adana saya yang hilang akan kembali," tambahnya.
Marsen menyatakan atas kejadian tersebut, nasaba bank busa sangat rentan, siapapun bisa menjadi korban.
"Saya merasa menjadi korban sistem keamanan perbankan yang lemah dan tidak bisa diandalakan," tulis Marsen.
"Ini satu lagi bukti dan alasan perlunya memperkuat gerakan konsumen di Indonesia untuk memaksa perbankan untuk bertanggungjawab atas buruknya sistem keamanan perbankan yang membuat banyak orang rentan kehilangan uang," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!