Sementara mereka perlu membuat laporan. Laporan tersebut nantinya digunakan untuk menangkap di penadah kendaraan tersebut.
Pihak Polsek menjelaskan kepada Rizky, sepeda motor itu sudah terlalu lama hilang. Apabila ingin mendapatkan sepeda motor itu kembali, maka Rizky perlu menunggu kurang lebih 4 hari ketika sang penadah telah ditemukan.
"Kalau kita pengen motor langsung dibawa karena sudah terlalu lama hilang dan kata Kanitnya tunggu dulu aja paling lama 4 hari. Alasan mau nangkap di penadah dulu," ungkap Rizky.
Esok harinya, Rizky diduga mendapatkan telepon lagi apabila kendaraan beroda dua tersebut bisa diambil saat itu juga.
Rizky pun diduga perlu membayar Rp 10 juta untuk mendapatkan kembali sepeda motor tersebut. Uang tersebut diduga diminta pihak Polsek untuk jatah mereka.
"Saya heran, saya yang jadi korban kok jadi saya yang harus mengeluarkan uang buat kendaraan milik pribadi," kata Rizky.
Rizky mengaku ia tidak ada niatan apa pun untuk mencemarkan nama kepolisian. Dia hanya heran dan bertanya mengapa dia justru perlu membayar berkali-kali untuk kendaraan pribadinya.
"Bukti rekaman sudah ada. Saya bukan mau memperkeruh suasana atau memperburuk institusi Polri atau mau merusak oknum polisi. Tapi kalau memeras keterlaluan saya keluarga bukti percakapan," tutupnya di postingan tersebut.
Komentar Warganet
Baca Juga: Viral Pemuda di Bekasi Dibacok, Polisi: Berawal Saling Tantang di Medsos
Postingan yang telah mendapatkan lebih dari 5800 likes tersebut pun menerima beragam komentar.
"Itu barang bukti apa barang gadai, ndan? Pake ditebus segala," tulis @txtdrberseragam.
Ada pula warganet yang menceritakan hal serupa dialaminya.
"Motor adekku pernah ditahan di Polres pas dia kecelakaan, dimintai Rp 3 juta. Ibuku sebagai emak-emak Facebook yang barbar, langsung nge-post di Facebook dan di-tag pula Kapolresnya. Besokannya langsung disuruh ke Polres ambil motor," tulis warganet.
"Ini saya dulu juga gini, rumah saya kerampokan semua perabotan dibawa sama mobil. Mobilnya ketemu disuruh nebus seharga mobil baru, aneh banget saya yg kerampokan tapi saya yg suruh bayar," ujar yang lain.
Hingga berita ini tayang, belum ada kejelasan lebih lanjut tentang peristiwa ini dari pihak-pihak terkait.
Berita Terkait
-
Viral Pemuda di Bekasi Dibacok, Polisi: Berawal Saling Tantang di Medsos
-
Keluarga Telah Bercerai, Anak Bikin Grup Keluarga Hanya untuk Ini
-
Apes! Wanita Ini Bawa Kado Pernikahan Baju Haram, Malah Disita Bapak-Bapak
-
Viral Keseruan Keluarga Saksikan Gol Pratama Arhan, Warganet Salfok Sama Tetangga
-
Viral Pengalaman Berkunjung ke Salon di Afrika, Minta Blow Malah Berujung Begini
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!