Ruth Meliana Dwi Indriani | Sekar Anindyah Lamase
Senin, 06 Juni 2022 | 20:52 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual pada perempuan [suara.com/Eko Faizin/egiapriyanti]

Tak lama setelah dua sejoli itu diduga berhubungan badan, B keluar dari kamar dan menarik A masuk ke dalam ruangan tersebut. B dikabarkan mengira si A mabuk, padahal nyatanya tidak.

"Si A ngeberontak buat enggak mau having sex. Tapi si A terus dipaksa ditarik dan si B bilang 'aku rusak kamu juga harus rusak' sampai bajunya si A dilepas sama B dan C," ungkap sender.

Setelah itu, C sebagai satu-satunya sosok laki-laki di sana diduga langsung melakukan penetrasi ke A tanpa persetujuan si A.

A dikabarkan telah mencoba membuat badannya kaku supaya C tak mampu melakukan penetrasi, namun usahanya gagal.

"Pas having sex si A nangis karena itu keperawanannya, yang dia jaga seumur hidupnya dan malah kejadian ini," lanjut sender.

Korban Trauma

Kini, A disebut sangat hancur dan terus menyalahkan sampai jijik dengan dirinya sendiri.

Terlebih lagi, kejadian memilukan tersebut terjadi di hari kelahirannya.

Sender menceritakan kejadian pilu dengan persetujuan A, tetapi dia bingung harus melakukan apa.

Baca Juga: Gadis Belia di Tapanuli Utara Diperkosa 10 Pria, 7 Pelaku Masih di Bawah Umur

Pelaku B dikatakan masih mencoba berkomunikasi dengan A seakan tak terjadi apa-apa dan tak ada masalah.

Tanggapan Warganet

Cuitan itu sontak viral dan menuai beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar.

"Aku sebagai temen si A ngerasa enggak adil. Temenku ngelawan traumanya sedangkan si B dan C seakan-akan yang mereka lakuin atas kemauan A. Aku bingung harus gimana," pungkasnya.

"Coba suruh lapor deh nder temen lu, itu kan pemerkosaan jatuhnya. Gue geram banget asli. Biar jera tuh dua manusia iyuh," tulis @add***.

"Udah ikut pemerkosaan nder, soalnya nggak mau sama mau, bisa dilaporin kayaknya tapi aku enggak tahu ke siapa soalnya bingung juga," timpal @pui***.

Load More