Scroll untuk membaca artikel
Dany Garjito | Sekar Anindyah Lamase
Selasa, 14 Juni 2022 | 09:51 WIB
Pembeli merasa dirugikan atas kejadian apes ini. (Instagram/andreli_48)

Unggahan itu sontak menuai beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar.

"Bisa jadi bukan petani atau penjual, karena proses pengiriman enggak ada yang tahu di tengah jalan bisa ditukar kargonya," tulis @cel***.

"Lumayan buat pakan ternak. Laknat buat yang nglakuin ini," komentar @tant***.

"Cabai sekarang tak sepeda harganya," komentar @opi***.

Baca Juga: Pancaroba Pengaruhi Kondisi Pertanian dan Peternakan Kaltim, Cabai Langka?

"Yang jadi pertanyaan "Apa nggak diperiksa (dibuka dilihat dulu isinya). Baru dibeli!? Nggak tahu kalau barang kiriman cuma main telepon aja terus barang dikirim, tapi kan bisa dikomplain sama petaninya kalau barang tidak sesuai dengan perjanjian. Subhanallah," timpal @effen***.

Sebagai informasi, harga cabai tengah meroket yang membuat para pembeli dibuat pusing tujuh keliling.

Melansir Suara.com, Cabai merah keriting semakin pedas di Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/6/2022). Pasalnya, harga cabai merah tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Dilhat dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah dijual Rp 100 ribu per kilogram di Pasar Batu, Kota Padangsidimpuan. Sedangkan di Pusat Pasar Medan harga cabai tembus Rp 90 ribu per kilogram.

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, harga cabai pada hari ini melonjak sebesar 41,93 persen. Tak ayal harga cabai merah yang terus melambung naik membuat emak-emak puyeng.

Baca Juga: Bikin Emak-emak Puyeng, Harga Cabai Merah Tembus Rp 100 Ribu di Sumut

"Sudah sepekan ini cabai merah mahal, pusinglah," kata Tari (29), salah seorang emak-emak di Deli Serdang.

Load More