1. Sebagai pertahanan diri terhadap anak
Dengan memberikan pendidikan seksual kepada anak sejak dini, maka secara tidak langsung anak akan melakukan sebuah pertahanan diri ketika hendak terjadi sesuatu terhadapnya yang berhubungan dengan seksualitas, seperti kekerasan seksual di tempat umum. Maka sangat penting untuk mengajarkan kepada anak supaya mengetahui bagian tubuh mana saja yang boleh dipegang oleh orang lain dan bagian tubuh mana yang tidak boleh dipegang oleh orang lain. Serta bagaimana reaksi kita ketika ada yang melakukan secara sengaja memegang bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, seperti berteriak atau meminta tolong kepada orang di sekitarnya.
2. Sebagai bekal di masa pubertas
Selain membuat pertahanan diri terhadap anak, memberikan edukasi seksual dapat menjadi bekal yang sangat berharga untuk menghadapi masa pubertas supaya tidak terkejut dengan apa yang akan dialami nantinya. Biasanya masa pubertas pada laki-laki berkisar di usia 9-14 tahun, sedangkan pada perempuan berkisar di usia 8-13 tahun. Dengan terjadinya masa pubertas tersebut kita dapat memberitahu perubahan-perubahan apa saja yang akan dialami. Seperti, perempuan akan mengalami pertumbuhan pada bagian dada, pinggul membesar, kemudian menstruasi dan lain sebagainya. Sedangkan pada anak laki-laki mulai tumbuh jakun, suara yang lantang, dada membidang dan lain sebagainya.
3. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas seksual ketika menginjak dewasa
Bagian yang masih tabu dibicarakan ketika membahas terkait pendidikan seksual adalah pada bagian aktivitas seksual yang dilakukan. Padahal tidak ada salahnya jika kita memberikan pemahaman tersebut kepada anak. Hal tersebut dilakukan semata-mata sebagai pencegahan hubungan seksual bebas yang akan terjadi dalam lingkungan masyarakat. Hubungan seksual bebas bisa terjadi pada anak karena mereka tidak memiliki pemahaman tentang seks dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap aktivitas seksual.
Oleh karena itu perlu adanya pendidikan seksual dengan melakukan pengenalan aktivitas seksual terhadap lawan jenis. Sebagai contoh bahwa berciuman dan berpelukan dengan lawan jenis merupakan aktivitas seksual dan hubungan seksual orang dewasa hanya dapat dilakukan ketika sudah menikah. Sehingga anak-anak memiliki pemahaman bahwa tidak boleh melakukan aktivitas seksual seperti itu.
4. Mengetahui bahaya dari aktivitas seksual
Dengan memberi pemahaman tentang pendidikan seksual, maka anak akan mengetahui informasi tentang bahaya yang akan terjadi ketika melakukan aktivitas seksual di luar pernikahan. Sebagai contoh yaitu dapat menceritakan berita-berita yang pernah beredar tentang aborsi. Bukan maksud untuk menakut-nakuti, namun akan membuat anak untuk berpikir dua kali ketika hendak melakukan aktivitas seksual di luar nikah.
5. Mengetahui cara merawat organ intim
Dengan pendidikan seksual juga dapat memberikan informasi tentang cara untuk merawat organ intim. Hal itu supaya tidak terjadi berbagai penyakit yang akan dialami akibat oleh kurangnya pemahaman tentang cara merawat organ intim. Selain itu kita juga dapat memberikan pengetahuan terkait penyakit-penyakit yang bisa timbul karena kurangnya perawatan terhadap organ intim.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Dalih Mandikan Anak Muncul dalam Kasus Dugaan Pencabulan Ayah Kandung di Lampung
-
Ayu Ting Ting Tanggapi Video Viral Bareng Cowok Diduga Pacar Baru
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!