BeritaHits.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan duduk bersama dengan pengamat politik Rocky Gerung. Keduanya membicarakan soal masa depan Indonesia.
Dalam perbincangan itu, Luhut memuji kehebatan Rocky Gerung yang kerap memberikan sebuah kritik atau pendapat untuk dirinya. Bahkan kepada Presiden Jokowi sekalipun.
"Saya lihat anda itu hebat. Kita baru bertemu dua kali tapi Anda kritik saya banyak, kritik Presiden juga banyak," kata Luhut dalam Kanal Youtube RGTV Channel ID dikutip Beritahits.id pada Rabu, (21/9/2022).
Segala bentuk pendapat yang menyudutkan pemerintah, kata dia, justru demokrasi dan jangan ditularkan menjadi kebencian.
Luhut menegaskan bahwa, perbedaan berpendapat itu memang harus ada. Namun kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kekacauan.
"Kebebasan yang kita mau adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan harus kita pelihara," ujarnya.
Oposisi misalnya, dapat membangun dan mengingatkan pejabat yang mengambil keputusan untuk mendengarkan hal lain yang belum terlihat sebelumnya.
Luhut berpandangan jika Indonesia memiliki masa depan yang baik serta mampu menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi. Dia juga sangat yakin kalau Indonesia bisa mencapai cita-cita menjadi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Pada kesempatan yang sama, Rocky Gerung menambahkan, dirinya memang kerap memberikan kritik kepada kebijakan pemerintah bukan pejabatnya.
Baca Juga: Usai Viral Najwa Shihab Kritik Polisi, Begini Pernyataan Lama Kapolri
"Orang komplain Rocky Gerung kok bisanya komplain. Saya bilang solusi itu mestinya dari orang yang saya kritik karena saya bayar pajak. Jadi kalau beroposisi musti kasih solusi, saya nggak mampu karena saya gak punya big data untuk kasih solusi," tutur Rocky.
Berita Terkait
-
PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum
-
Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya
-
Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!