BeritaHits.id - Puan Maharani mengunggah video yang memperlihatkan kegiatan menanam padi bersama sejumlah warga.
Terlihat pada video yang diunggah lewat akun Twitter pribadinya @puanmaharani_ri, Puan turun ke ladang persawahan mengenakan setelah hitam. Puan tampak asik menanam benih padi bersama para petani.
Video tersebut direkam saat Puan melakukan kunjungan di sebuah Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, belum lama ini.
Alih-alih mendapat simpati, ketua DPR RI tersebut justru dinyinyiri warganet.
Pasalnya, warganet menyoroti teknik tanam padi yang dilakukan Puan. Pada umumnya menanam padi adalah dengan cara berjalan mundur, putri Megawati ini malah maju.
"Baru Ibu loh yang menanam padi maju ke depan. Bahkan untuk berpura-pura merakyat saja Anda gagal total," ucap warganet dikutip Beritahits.id pada Sabtu, (1/10/2022).
"Setiap mau nyalon selalu pada turun ke jalan, ke warung, ke sawah, ke gorong-gorong. Emang ngaruh untuk kinerja pemerintahan? Sama sekali nggak ada hubungannya padahal," ujar neter.
"Kasihan mbak Puan, mau gimmick tanam padi saja salah," cuit publik.
Sementara itu, Puan tak ingin ambil pusing dengan nyinyiran warganet. Sebab menurut Puan, Bali memiliki teknik menanam padi yang berbeda dengan tempat lain.
"Saya baru tahu para petani di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali menanam dengan cara yang berbeda. Di sini area tanam padi dibentuk segi empat, yang di tengah kotaknya harus diinjak," ungkap Puan.
Tingkat basah lahan di desa tersebut juga berbeda. Semakin ke depan ternyata tanahnya semakin dalam.
"Masyarakat Desa Sedang menanam padi dengan varietas padi INPARI yang bulirnya lebih besar. Padi varietas ini bisa dipanen 3 sampai 4 kali dalam setahun loh," tuturnya.
3 Metode Menanam Padi yang Benar, Mana yang Tidak Mudah Kena Hama?
Bagaimana metode menanam padi yang benar agar tumbuh subur dan hasil panen melimpah? Melansir dari situs kliktani, adapun metode yang benar saat menanam padi yakni sebagai berikut.
1. Metode Tanam Sri
Metode tanam Sri ini memiliki keunggulan metode tanam SRI ini yaitu untuk mempercepat 15 hingga 20 hari usia panen. Selain itu, metode ini juga meningkatkan 50% hasil panen 50%, anakan lebih banyak, dan hanya butuh 5 kg benih untuk per 1 H (satu hektar) sawah.
Namun, metode ini juga memiliki kekurangan yakni rawan terkena hama keong mas dan jamur saat pemindahan karena padi masih berusia sangat muda.
2. Metode Tanam Tabela
Tabela (Tanam Benih Langsung) merupakan metode tanam dengan langsung menebar benih padi ke areal persawahan. Keunggulan metode tanam ini yaitu mempercepat 20-30 hari masa panen, mempercepat waktu penanaman, membuat hasil panen 50% lebih banyak, serta mengurangi biaya penanaman.
Namun metode ini memiliki kekurangan yaitu pertumbuhan padi dan gulma yang bersamaan. Selain itu, metode ini juga rawan hama keong mas, dan padi yang rentan tumbuh tak teratur.
3. Metode Tanam Haston
Metode tanam haston adalah metode tanam baru yang dapat memaksimalkan hasil panen 75% lebih banyak. Metode tanam ini menggunakan bibit usia 25-35 hari serta setiap lubangnya ditanam 20-30 batang padi. Ini bertujuan agar tanaman bisa tumbuh subur dengan mengurangi anakan padi.
Keunggulan metode ini mempercepat usia tanam 10-15 hari, hasil produksi meningkat 75% lebih banyak, kuat melawan hama dan jamur padi.
Sedangkan kekurangan metode ini yaitu perlu lebih banyak mempersiapkan bibit padi, biaya penanaman bertambah, dan biaya pemupukan juga bertambah.
Berita Terkait
-
Jeratan Praktik Perburuan Rente Subsidi Pupuk: Bagaimana Kebijakan Mengkhianati Petani Kecil
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Buku Berburu Rente: Potret Gelap Subsidi Pupuk dan Nasib Petani Indonesia
-
Regulasi Terlalu Restriktif Dinilai Berpotensi Picu PHK, Petani Tembakau Ikut Terdampak
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!