Scroll untuk membaca artikel
Farah Nabilla | Dita Alvinasari
Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:37 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (Dok. Kemenko Polhukam)

BeritaHits.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, angkat bicara terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Mahfud MD menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena adanya pantia pelaksana yang tutup kuping.

Bukan itu saja, Mahfud MD juga mengungkapkan bahwa tragedi maut ini bukanlah bentrok antarsuporter.

Hal tersebut diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd pada Minggu (2/10/22).

Baca Juga: Sampaikan Duka Cita, Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan yang Lenyapkan Ratusan Nyawa

Dalam keterangan yang ia tulis, Mahfud MD mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi soal tragedi di Stadion Kanjuruhan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit, serta Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang," tulis Mahfud.

Ia lantas menjelaskan bahwa usul-usul tersebut tidak didengar oleh panitia pelaksana.

Panitia tetap menggelar pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada malam hari. Panitia bahkan mencetak tiket untuk penonton sejumlah 42 ribu.

Lebih lanjut, Mahfud juga menegaskan bahwa tragedi ini bukanlah bentrok antarsuporter Arema vs Persebaya.

Baca Juga: Diduga Jadi Sebab Tragedi di Kanjuruhan, Dokter Ungkap Bahaya dan Dampak Penggunaan Gas Air Mata

Sebab, pada pertandingan tersebut suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter yang berada di lapangan hanya dari pihak Arema.

Load More