BeritaHits.id - Beredar di media sosial video yang mempertontonkan momen kendaraan pembawa pemain Persebaya yang menjadi sasaran anarkis massa saat akan meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Dalam video singkat berdurasi dua puluh empat detik ini, tampak perekam video berada di dalam mobil barracuda.
Melihat ada mobil barracuda yang melaju, massa lantas berhamburan ke arah kendaraan dan langsung melemparkan botol berisi air dan berbagai benda lain.
Kaca mobil barracuda bahkan sampai retak akibat terkena timpukkan benda yang dilemparkan.
Melalui video ini, tampak kobaran api yang melalap sebuah kendaraan yang berada di luar stadion. Kendaraan yang terbakar tersebut diduga ulah dari para suporter.
"Inilah bukti bodohnya Aremania yang gak bisa menerima kekalahan, kendaraan pengangkut para pemain Persebaya ditimpuk baru saat meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Akibat sikap tidak terima kekalahan itu akhirnya terjadi kerusuhan yang berakibat ratusan nyawa melayang sia-sia," tulis warganet pengunggah video seperti dikutip BeritaHits.Id pada Minggu (2/10/22).
Hingga kini, video unggahan salah seorang warganet ini telah disaksikan lebih dari 247 ribu kali. Video ini juga telah meraup 3 ribu dan ratusan retweet dari warganet.
Beragam komentar dilontarkan warganet dalam unggahan ini. Para warganet mengecam aksi anarkis para suporter.
"Kebodohan yang berakibat fatal," kata warganet.
Baca Juga: Polisi Dikecam Usai Tembak Gas Air Mata ke Tribun Penonton Stadion Kanjuruhan
"Mereka begitu ngapain ya. Padahal makan mah nyari sendiri," imbuh warganet lain.
"Sangat terpukul dengan banyaknya korban jiwa. Turut berduka cita yang mendalam. Suporter Arema pantas di-banned 20 tahun nggak boleh menonton lansung ke stadion. Maaf dalam situasi berduka, saya berpendapat begini dan ini opini sendiri saja. Demi kemajuan sepak bola Indonesia," terang warganet lain.
"Sportivitas jeblok. Pada nggak ngotak," tambah warganet lain.
"Suram," komentar warganet lainnya lagi.
Berita Terkait
-
153 Orang Tewas, Aturan FIFA Larang Tembak Gas Air Mata, Ini Alasan Polisi
-
Komnas HAM Terjunkan Team Pantau Peristiwa Arema FC Versus Persebaya
-
Tragedi Kanjuruhan Malang, Catatan Najwa Shihab: Tak Ada Kebanggan yang Boleh Tegak di Atas Nisan
-
Pernyataa Lengkap Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana Terkait Kerusuhan Yang Terjadi Saat Laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu 1 Oktober 2022
-
FIFA Larang Gas Air Mata, YLBHI Duga Ada Potensi Pelanggaran HAM dan Kecam Tindakan Aparat di Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!