BeritaHits.id - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengklaim Firli Bahuri kerap berbicara dusta saat menangani sebuah kasus. Novel mengamati bahwa perbuatan Firli tersebut terus berulang.
"Kalau Bicara Firli Bahuri Sering Bohong saya lihat," tegas Novel dalam diskusi yang ditayangkan Kanal Youtube Novel Baswedan dikutip Beritahits.id pada Selasa, (4/10/2022).
Novel tak segan-segan membeberkan kebohongan ketua KPK itu.
Pada kasus Bansos (Bansos) bencana pada 2021 misalnya, Purnawirawan Polri tersebut akan mengancam mati para koruptor bansos Covid-19.
Tuntutan yang terkesan menggebu-gebu tersebut ternyata hanya angin lalu.
"Dia (Firli) bilang ini kasus akan ditangani dengan ancaman hukuman mati ternyata pasalnya, pasal penyuapan. Berartikan dia berbohong di forum publik," ungkap Novel.
Menurut Novel, rekam jejak Firli Bahuri tidak henti di sana.
Dia juga masih mengingat jelas perbuatan ngibul Firli yaitu saat dugaan pelanggaran HAM dalam proses asesmen TWK (tes wawasan kebangsaan) pegawai KPK menjadi pegawai ASN.
Novel menjelaskan, semua saksi yang terlibat mengatakan terjadi manipulasi, perbuatan melawan hukum, perbuatan pelanggaran hak-hak manusia dalam proses TWK.
"Waktu dia bilang TWK ini KPK hanya menerima. Proses dilakukan BKN, Kemenpan, Kemenkumham dan lain-lain. Dan ternyata itu kebalik. Itu terungkap ketika teman-teman mengajukan gugatan dan terungkap jelas ternyata dia yang mau sendiri," katanya.
Apa yang diperbuat Firli, lanjut Novel, tidak hanya mencoreng dirinya sendiri, juga merusak reputasi lembaga KPK.
Kekinian, nama Firli sedang ramai diperbincangkan publik. Beredar isu yang menyebutkan bahwa Ketua KPK yakni Firli Bahuri sengaja bermanuver untuk menjegal Anies Baswedan melalui KPK.
Ketua KPK tersebut diduga mendesak satuan tugas mengusut kasus Formula E untuk menetapkan Anies sebagai tersangka.
Padahal tim pengusut masih belum menemukan adanya tindak pidana korupsi yang melibatkan Anies Baswedan.
Berita Terkait
-
Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
-
Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!
-
Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah
-
KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?
-
Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!