Scroll untuk membaca artikel
Dany Garjito | Evi Nur Afiah
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:04 WIB
Isaatus Sa'adah keluarga korban tragedi Kanjuruhan (Youtube/ Najwa Shihab).

Beberapa hari kepergian Wildan, membuat sang kakak Isa tak dapat tertidur pulas. 

Ia terus menangis sambil mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Lapangan Stadion Kanjuruhan sampai bikin adiknya meregang nyawa. Pasalnya, sesaat sebelum kejadian, ia masih melihat adiknya dalam keadaan sehat. 

"Saya terus scrol Twitter, saya lihat cari-cari video. Ini gimana sih keadaanya, sekeos apa kok bisa bisanya ratusan orang. Ini bukan sekedar angka atau data ini adalah nyawa," ungkapnya sambil menangis.

Meski sangat berat, kini ia dan keluarga mencoba mengikhlaskan kepergian Wildan.

Baca Juga: Ini Daftar 'Dosa' PT LIB dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang sampai Seret Dirutnya Jadi Tersangka

"Kalau dibilang ikhlas ya ikhlas tapi tapi kalau saya enggak ikhlaspun adik saya nggak akan balik," ucap Isa.

Isaa berharap, agar tragedi maut di Kanjuruhan dapat diusut tuntas. 

"Jadi harus diusut tuntas," tegasnya.

Seperti diketahui, ratusan suporter Arema FC meninggal dunia pasca laga melawan Persebaya Surabaya di lanjutan Liga 1, Sabtu 1 Oktober 2022.

Peristiwa naas yang terjadi di stadion kanjuruhan Malang itu menelan ratusan korban jiwa, dua di antaranya petugas kepolisian.

Baca Juga: PSSI: FIFA Tidak Bahas Sanksi, Bahkan Siap Mendukung Secara Tim dan Finansial

Tim penyidik Bareskrim dan Polda Jawa Timur sejauh ini telah memeriksa 29 orang saksi dengan rincian 23 anggota Polri yang bertugas langsung dalam pengamanan di Stadion Kanjuruhan dan enam saksi dari Panitia Pelaksana yaitu Direktur PT LIB, Presiden PSSI Jawa Timur, Ketua Panpel Arema FC dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.

Load More