Ruth Meliana Dwi Indriani | Dita Alvinasari
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi Lorong Wisata (Longwis) Sydney (Cipta Karya), di BTN Citra Tello Permai, Kecamatan Panakkukang, Minggu (9/10/2022) [SuaraSulsel.id/Istimewa]

BeritaHits.id - Pada Minggu (9/10/22) kemarin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke petani muda yang berada di Buleleng, Bali.

Dalam kunjungan tersebut Ganjar melihat secara langsung penerapan konsep modern yang dilakukan anak muda dalam bidang pertanian, khususnya soal pengelolaan lahan.

Dari hasil kunjungan kerjanya, sosok yang digadang-gadang menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 ini lantas akan meminta para anak muda di Jawa Tengah untuk bertukar ilmu dengan petani millennial di Buleleng.

Ia berharap agar semakin banyak millennial di Jawa Tengah mau menjadi petani.

Momen saat kunjungan Ganjar ke petani muda di Buleleng, Bali ini dapat disaksikan melalui acara Kabar Pagi yang ditayangkan di kanal YouTube tvOneNews pada Senin (10/10/22).

Unggahan ini pun tentu saja menjadi sorotan dari publik. Selain banyaknya pujian, tak sedikit pula kritik yang dilayangkan publik kepada Ganjar.

Dalam komentarnya, warganet mengeluhkan harga pupuk, obat, dan bibit yang mahal sehingga membuat para petani Jawa Tengah (Jateng) menjerit.

"Petani Jateng podo nangis, Pak. Bibit, pupuk, obat mahal," terang warganet.

"Petani Jateng pusing pupuk langka," imbuh warganet lain.

Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Jateng Tetapkan Bos KSP Giri Muria Tersangka TPPU

"Kebelet jadi presiden, provinsi sendiri nggak diurus malah ngurusin provinsi lain," ujar warganet lain.

"Kedaulatan pangan, tapi pupuk susah, mahal. Harga hasil panen murah itu bapak. Buat apa modern kalau cuma modern aja nggak cukup. Nilai jual problem utamanya bos. Tidak sesuai dengan harga obat dan pupuk. Tahu nggak sih. Gubernur kok kerjanya pencitraan. Ayo saya tunjukkan problem yang sebenarnya, nggak usah sampai ke Bali. Cukup 4 jam saja dari tempat bapak gak diurus, kok mikirin Bali," tambah warganet lain.

"Pencitraan kok sampai Bali. Coba pak urus daerahmu dulu dengan benar. Kerjanya cuma pencitraan," komentar warganet lainnya lagi.

Load More