BeritaHits.id - Salah seorang warganet dengan nama akun Twitter @YudiSet16452924 memposting video dengan klaim bahwa, Presiden Jokowi diduga telah berdusta kepada rakyat. Klaim itu mengatakan PT Freeport ternyata belum diakuisisi oleh Indonesia.
"Nih bong dengerin ya jokowi bilang telah mengakuisisi saham PT. Freeport adalah bohong belaka, itu hanya pengakuan saja demi mendapat simPATI rakyat, tapi nyatanya bohong dengarkan video ini baik² ya agar tidak gagal paham," cuit narasi pada video dikutip Beritahits.id pada Sabtu, (22/10/2022).
Rekaman video yang di posting memperlihatkan wawancara dengan Amir Hamzah, seorang Pengamat Kebijakan Publik. Apakah klaim pada video benar?
Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta, video dengan durasi 0:45 detik tersebut adalah hoax atau bohong.
Penjelasan
Video yang beredar merupakan rekaman lawas. video tersebut pertama kali diunggah pada (21/10/2018) oleh kanal YouTube “Dua Link”, dengan judul video “Kata Amir Hamzah Soal Freeport, Jokowi Bisa Diimpeachment”.
Pada saat video tersebut diunggah, Indonesia memang hanya memiliki 9,36% saham. Namun, pada (21/12/2018) Indonesia telah resmi menguasai 51,2% saham PT Freeport Indonesia.
Pengamat Ekonomi, Fahmi Radhi, mengungkapkan divestasi 51 persen saham Freeport memang menjadi mekanisme yang paling masuk akal bagi Indonesia untuk bisa menguasai perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
"Itu satu-satunya opsi yang paling rasional, dan affordable, 51 persen ini memang tidak 100 persen (menguasai), tapi kita menjadi mayoritas, lazimnya pemegang saham mayoritas, dia bisa mengambil keputusan dalam rapat pemegang saham," kata dia di Jakarta, Senin (23/7/2018).
Baca Juga: Pesan Jokowi Terkait Pemilu 2024: Jangan Sampai Ganggu Stabilitas Politik, Ekonomi dan Keamanan
Menurut Fahmi, divestasi 51 persen saham PT Freeport akan lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan negatifnya. Khususnya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Kesimpulan
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna @YudiSet16452924 tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten hoax.
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan
-
Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?
-
Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel
-
Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!