BeritaHits.id - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh beberapa tahun lalu menyebutkan bahwa dirinya bakal membubarkan partai jika ada kader yang korupsi.
Pernyataan lama Surya Paloh kembali diungkit usai dua kadernya terciduk KPK. Diketahui bahwa dua menteri dari NasDem tersandung kasus korupsi, yakni Menkominfo Johnny G Plate dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Terkait pernyataan tersebut, Surya Paloh berkelit bahwa makna dari pernyataan tersebut tak bisa salah.
"Enggak demikian meaningnya. Enggak ada yang lebih tolol dari ketum partai yang mengatakan kalau ada kader partai yang korupsi partai dibubarkan, bodoh dia," kata Paloh dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram jayalah.negeriku.
"Itu saya salah karena memang tidak ada itu. Meaningnya bukan begitu," sambungnya.
Surya Paloh juga menyebutkan bahwa ungkapannya adalah sebuah bentuk penyemangat bagi kadernyanya. Ungkapan delapan tahun silam itu bagi Surya Paloh ada ketagasan untuk semanagat antikorupsi.
"Makna sesungguhnya bukan begitu. Spirit, semangat kita untuk antikorupsi enggak ada artinya kita ini kalau kader kita hanya bisa melakukan perbuatan-perbuatan tercela. Untuk apa kita punya institusi seperti ini?" ujarnya.
"Nah spirit seperti itu, jadi enggak leterlek," tandasnya.
Soal membubarkan partai, ia tak ingin kader terbaik menjadi korban hanya karena oknum partai yang korupsi.
Baca Juga: Surya Paloh Tegaskan Tidak akan Tarik Siti Nurbaya dari Kabinet, Usai SYL Nyatakan Mundur
"Pada anak-anak negeri ini yang datang dengan penuh cita-cita, idealisme, pengabdian, berjuang bersama dalam satu partai harus menjadi korban karena satu dua orang yang tidak tepat, itu tidak benar," ujar Surya.
"Jadi saya intinya mengkoreksi bukan itu," paparnya.
Diketahui bahwa pada pembekalan caleg Partai NasDem 3 Juni 2015, Surya Paloh sempat berucap bahwa dirinya bakal membubarkan partai bila ada yang melakukan korupsi.
Pernyataan itu disampaikan Paloh dalam acara yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Pusat.
"Tidak layak Partai NasDem dipertahankan [jika ada kader yang korupsi]," kata Paloh kala itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!