BeritaHits.id - Serangan Hamas ke Israel mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menyatakan Uni Eropa mendukung Israel. Berikut profil dan keluarga Ursula von der Leyen.
Melalui akun X miliknya, ia munggah cuitan bahwa "Uni Eropa mendukung Israel" dan membenarkan aksi Israel yang menyerang daerah Palestina atas dasar pertahanan diri.
Namun pernyataan ini menuai pro dan kontra. Akun X milik pejabat Uni Eropa lainnya langsung memberi tanggapan nyelekit dengan menyebut Ursula tak punya hak bicara seperti itu.
Clare Daly, anggota Parlemen Eropa dari Irlandia tegas mengatakan Uni Eropa hanya mendukung perdamaian dan menyarankan Ursula untuk menutup mulutnya.
"Anda pikir Anda siapa? Anda tidak terpilih, dan tidak punya otoritas menentukan kebijakan luar negeri Uni Eropa, yang ditentukan oleh Dewan Eropa."
"Eropa tidak mendukung Israel."
"Kita mendukung perdamaian. Anda tidak berbicara untuk kami. Jika Anda tidak punya sesuatu konstruktif untuk dibicarakan, lebih baik Anda diam, tutup mulut," tegasnya.
Profil dan Keluarga Ursula von der Leyen
Ursula von der Leyen lahir 8 Oktober 1958, di Brussels, Belgia. Ia adalah politisi wanita Jerman kelahiran Belgia pertama yang menjabat menteri pertahanan Jerman sejak 2013 hingga 2019.
Baca Juga: Deretan Negara yang Mendukung Hamas dalam Konflik Israel-Palestina, Donaturnya Negara Kaya Minyak
Pada Juli 2019 ia juga menjadi wanita pertama yang terpilih sebagai Ketua Komisi Eropa. Jabatan baru ini membuatnya sebagai salah satu wanita paling berkuasa di dunia.
Merangkum ABC, Ursula adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Pada usia 13 tahun, keluarganya pindah ke Hanover, Jerman dan sang ayah Ernst Albrecht memulai debutnya di dunia politik.
Ernst Albrecht adalah salah satu pegawai negeri Eropa pertama sejak pembentukan Komisi Eropa tahun 1958. Awalnya ia adalah chef de cabinet hingga menjadi komisaris Eropa untuk kompetisi Hans von der Groeben di Komisi Hallstein.
Pada 1971, ia pindah ke Hanover setelah ayahnya menjadi CEO perusahaan makanan Bahlsen dan terlibat dalam politik negara di Lower Saxony.
Ayahnya menjabat sebagai Menteri Presiden Lower Saxony (perdana menteri negara bagian) dari tahun 1976 hingga 1990, dan terpilih kembali dalam pemilihan parlemen negara bagian pada tahun 1978, 1982 dan 1986.
Pada tahun 1980 ia mencalonkan diri sebagai nominasi CDU untuk Kanselir Jerman, didukung oleh ketua CDU Helmut Kohl, namun nyaris kalah dalam pencalonan dari rekan konservatif Franz Josef Strauß.
Berita Terkait
-
Deretan Negara yang Mendukung Hamas dalam Konflik Israel-Palestina, Donaturnya Negara Kaya Minyak
-
6 Negara yang Mendukung Israel Pasca Hamas Bombardir Tel Aviv dengan Ribuan Roket
-
Ingin Konflik di Palestina Diselesaikan Secara Damai, DPR Soroti Sikap Israel Kerap Langgar Kesepakatan
-
Siapa Panglima Hamas yang Dijuluki Si Kucing Bernyawa 9?
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!