BeritaHits.id - Mahkamah Konstitusi dianggap telah menggelar karpet merah untuk Gibran Rakabuming Raka melenggang ke Pilpres 2024. Pasalnya MK mengizinkan kepala daerah di bawah usia 40 tahun untuk menjadi capres-cawapres.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Muhammad Romahurmuziy turut mengamini potensi ini dan secara spesifik menyebut kemungkinan Gibran menjadi cawapres Prabowo Subianto. Hal ini diungkap Rommy di podcast-nya bersama Zulfan Lindan.
“Jika tidak berubah, maka malam ini Pak Prabowo akan mengumpulkan seluruh ketua umum partai politik pengusungnya untuk mengambil keputusan mengangkat Mas Gibran sebagai calon wakil presiden,” ujar Rommy, dikutip pada Rabu (18/10/2023).
“Apa yang akan berubah? Mas Gibran yang tadinya kader PDI Perjuangan, berangkat menjadi wali kota, putra dari presiden kita yang lima kali mendapat privilese menjadi pejabat publik lewat PDI Perjuangan, akan keluar dari PDI Perjuangan,” lanjutnya.
Baca Juga: PDIP Segera Umumkan Cawapres Ganjar Pranowo di Rabu Pahing, Bagaimana Artinya?
Tak hanya itu, Rommy mengaku mendapat bocoran ke partai mana Gibran akan berlabuh. “Bahkan saya mendapat informasi Mas Gibran akan masuk Partai Golkar, karena itu merupakan syarat dari Partai Golkar sebagai partai terbesar di koalisi itu, tentu ini akan menimbulkan ketegangan antara Partai Golkar dan PDI Perjuangan karena ada ‘pembajakan’,” ucapnya.
Meski begitu, Rommy yang berasal dari partai koalisi PDIP mengklaim bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri belum mengadakan pertemuan terkait putusan MK tersebut. Namun Zulfan Lindan dan Rommy meyakini Megawati akan menunjukkan perlawanan walau ada kadernya yang membelot.
“Ibu itu nggak bisa ditekan-tekan,” kata Rommy.
“Dan tidak ada kata-kata mundur. Kalau Ibu Mega sudah ngomong gitu, bahaya. Dan Ibu Mega punya pengalaman melawan orde baru,” sambung Zulfan.
Keduanya lantas mengaitkan sikap Megawati dengan pengalaman hidupnya sebagai anak Soekarno.
“Sehingga dalam satu kesempatan kalau beliau mengatakan bahwa, ‘Saya ini sudah biasa ditusuk dari belakang, dilawan oleh orang yang saya besarkan’, saya kira itu adalah hal-hal yang biasa dan kita lihat dalam sejarahnya memang ada,” terang Rommy.
Berita Terkait
-
Lebaran ke Megawati hingga Jokowi, Didit Disebut Jadi Kekuatan 'Soft Politics' Presiden Prabowo
-
Waketum PAN Terang-terangan Puji Didit Prabowo Temui Megawati: Meneduhkan Dinamika Politik
-
Saat Elite PDIP dan Gerindra Beri Kabar Terbaru soal Rencana Pertemuan Megawati-Prabowo
-
Karier dan Bisnis Najwa Shihab, Heboh Rumor Masuk Radar Kabinet Prabowo Gegara Sikap Diam
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!
-
Depresi Usai Jadi Korban KDRT, Dokter Qory Mulai Tenang Usai Bertemu Ketiga Anak