BeritaHits.id - Kisruh rumah tangga Iptu Alvian Hidayat dan dokter Karina Dinda Lestari sedang menjadi sorotan. Pasalnya Karina diduga tega berselingkuh dengan seorang mahasiswa kedokteran selama suaminya sedang menempuh pendidikan.
Padahal bila dikutip dari Suara.com, pendapatan Alvian dalam sebulan tergolong besar, yakni terdiri dari gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang melekat kepadanya. Belum lagi bila Alvian menjalani pendidikan dalam rangka tugas belajar, maka gaji dan tunjangan kinerja masih diberikan secara rutin kepadanya.
Sebagai informasi, Alvian saat ini memiliki pangkat Inspektur Polisi Satu dengan prestasi yang sangat baik. Sebab di usianya yang tergolong muda, Alvian sudah mencapai pangkat perwira polisi.
Alvian pernah tercatat menjabat sebagai kapolsek termuda di usia 30 tahun, yakni di Kapolsek Reo, pada tahun 2019 lalu dengan pangkat Ipda. Lalu pada tahun 2020, Alvian dipindahkan ke Polres Manggarai Barat untuk menjabat sebagai Kasat Intelkam di sana.
Sekarang di usia yang ke-34 tahun, Alvian akan segera naik pangkat menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP). Dengan pangkat dan rekam jejak tersebut, Alvian tentu menerima gaji serta tunjangan yang substansial.
Bila ditelusuri lebih jauh, untuk pangkat Iptu berarti masuk dalam Golongan III (Perwira Pertama. Dengan demikian, Alvian berhak menerima gaji antara Rp2,82 juta sampai Rp4,63 juta per bulan.
Angka ini merupakan gaji pokok, di mana Alvian akan menerima berbagai tunjangan lain. Berikut perkiraan sejumlah tunjangan yang diterima Alvian dan Karina dari negara:
- Tunjangan istri/suami.
- Tunjangan anak.
- Tunjangan pangan/beras.
- Tunjangan lauk pauk.
- Tunjangan umum.
- Tunjangan jabatan struktural/fungsional.
- Tunjangan yang setara dengan jabatan struktural.
- Tunjangan khusus Provinsi Papua.
- Tunjangan pengabdian di wilayah terpencil.
- Tunjangan khusus Polisi Wanita (Polwan).
- Tunjangan petugas Polmas/Babinkamtibmas.
- Tunjangan khusus wilayah pulau-pulau kecil terluar dan/atau wilayah perbatasan.
- Tunjangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di luar seluruh tunjangan tersebut, seorang petugas polisi juga berhak menerima tunjangan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21. Bila merujuk pada hitung-hitungan polisi lain berpangkat Iptu, kemungkinan Alvian menerima pendapatan di kisaran Rp6 juta dalam sebulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!