BeritaHits.id - Status keluarga Presiden Joko Widodo di koalisi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD terus menjadi perbincangan. Pasalnya Gibran Rakabuming Raka kini sudah menjadi cawapres Prabowo Subianto, serta Kaesang Pangarep yang menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang bergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Namun diketahui pula bahwa PDI Perjuangan belum mengambil langkah apapun terhadap Jokowi dan keluarganya. Padahal sebelumnya PDIP langsung memecat Budiman Sudjatmiko karena dianggap tidak tegak lurus dengan keputusan partai dan memilih mendukung Prabowo.
Di tengah panasnya gonjang-ganjing tersebut, sentilan salah satu anggota koalisi Ganjar-Mahfud di akun TikTok @totalpolitik berikut ini menjadi sorotan. Adalah Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy yang terlihat mengungkit utang Jokowi kepada PDIP.
Nilai utangnya pun tidak main-main. Bukan berupa uang, utang yang dimaksud Rommy ternyata adalah soal jabatan publik yang sudah dimenangkan Jokowi selama puluhan tahun karier politiknya.
“Kenyataan bahwa Pak Jokowi berutang dalam setidaknya 7 jabatan publik kepada PDI Perjuangan, beliau dan keluarganya,” ungkap Rommy, dikutip pada Kamis (26/10/2023).
Rommy kemudian merinci jabatan yang dimaksud, “Dua kali periode menjadi wali kota, satu periode menjadi gubernur, dua periode menjadi presiden, dua periode menjadi wali kota untuk Mas Gibran dan Mas Bobby.”
“Tujuh jabatan publik yang di situ beliau berutang kepada PDI Perjuangan, artinya itulah kendaraan yang beliau gunakan,” sambung mantan narapidana korupsi tersebut.
Karena itulah, Rommy menilai Jokowi tidak sepantasnya sampai berpindah kubu dan dalam hal ini mendukung Prabowo. Meski faktanya anak sulung Jokowi yakni Gibran kini menjadi cawapres Prabowo.
“Karena secara politik, norma, fatsun, dan pertimbangan politik apapun dalam konteks etika, tidak sepantasnya Pak Jokowi kemudian tidak bersama partainya,” tandas Rommy.
Baca Juga: Disebut Sudah Bukan Kader PDIP, Gibran: Sudah Clear Loh
Di sisi lain, publik terus dibuat bertanya-tanya dengan alasan PDIP yang cenderung tidak banyak bereaksi meskipun kini Gibran sudah resmi menjadi cawapres Prabowo. Bahkan disebutkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Gibran baru sebatas berpamitan dan belum mengundurkan diri atau mengembalikan KTA.
Tag
Berita Terkait
-
Keciduk Pakai Jam Tangan Rolex saat Deklarasi, Ini Harta Kekayaan Gibran Rakabuming
-
Profil dan Biodata Adian Napitupulu, Politikus PDIP Blak-blakan Cerita Konflik Jokowi dan Megawati
-
Dilema Bobby Nasution: Pilih Dukung Ganjar Pranowo atau Kakak Ipar?
-
Bos TikTok Ngotot Ketemu Jokowi, Mau Lobi Izin e-Commerce?
-
Sama-sama Nempel Prabowo, Nasib Gibran vs Budiman Sudjatmiko Beda Jauh: Satu Dipecat
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!