Hal ini semakin diperburuk oleh kenyataan bahwa Mikey juga merasa bersalah atas kegagalan geng tersebut, terlihat dari betapa terlukanya dia ketika Peh-yan ditangkap, bahkan setelah waktu yang lama berlalu. Ini menunjukkan bahwa dia terjebak dalam kesedihan yang berkelanjutan, yang sangat berdampak pada kondisi mentalnya.
Selain itu, saat mengalami episode yang gelap, Mikey menyadari bahwa dia melakukan sesuatu yang salah dan merasa sangat menyesal. Ini ditunjukkan dengan jelas dalam episode 36, "Last Order", di mana Mikey mencari seseorang yang bisa menghentikan amarahnya, bahkan menawarkan pistol kepada Takemichi dan meminta dia untuk mengakhiri hidupnya.
Dia bahkan mencoba memaksa tangan Takemichi dengan menodongkan pistol ke arahnya, meskipun Takemichi tidak menyadari bahwa pistol tersebut masih memiliki pengaman. Semua tindakannya terasa seperti teriakan putus asa dari seorang pria yang tidak tahu lagi kemana harus berpaling.
Perjalanan Waktu Membengkokkan Perspektif Pemirsa
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Tokyo Revengers didasarkan pada perjalanan waktu. Setiap kali Takemichi Hanagaki kembali ke masa lalu, ia mengubah sejarah dalam skala besar maupun kecil, seringkali mengubah masa depan secara total.
Meskipun Manjiro melakukan hal-hal buruk dalam beberapa garis waktu ini, tidak adil untuk menggabungkan semua tindakan tersebut dan menganggapnya berasal dari satu Manjiro tunggal. Setiap individu memiliki kemampuan untuk melakukan perbuatan jahat.
Bahkan orang paling suci pun dapat terdorong untuk melakukan hal-hal buruk dalam situasi tertentu. Tokyo Revengers menempatkan penonton dalam posisi yang unik. Melalui perjalanan waktu, penonton diperlihatkan berbagai potensi kehidupan Manjiro yang berbeda.
Hal ini membuatnya terlihat lebih buruk karena penonton diberikan banyak contoh bagaimana ia bisa terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan jahat. Namun, jika penonton mundur dan memperlakukan setiap versi Manjiro sebagai individu yang terpisah dengan keadaan unik mereka, maka akan jelas bahwa ia bukanlah penjahat, melainkan seseorang yang akhirnya terperangkap dalam komunitas yang mengerikan.
Perjalanan waktu menunjukkan betapa hampir mustahil bagi siapapun untuk keluar dari kehidupan geng dengan hati nurani yang bersih, karena tekanan yang meningkat dengan cepat membuat orang-orang terpojok, memaksa mereka ke dalam situasi di mana tidak ada tindakan yang sepenuhnya benar secara moral.
Baca Juga: Cara Nonton Tokyo Revengers Season 3 Sub Indo Gratis dengan Kualitas HD
Meskipun ini tidak membenarkan tindakan Manjiro, hal ini menunjukkan bahwa penonton, sebagai pengamat luar, melihat gambaran Manjiro dengan bias, membuatnya terlihat lebih jahat daripada yang sebenarnya. Selain itu, cerita ini menetapkan Tetta Kisaki sebagai penjahat utama dalam narasi.
Pertemuan antara Tetta dan Mikey menyebabkan Geng Tokyo Manji menjadi kejam, yang akhirnya mengakibatkan kematian tragis Hinata Tachibana. Peristiwa ini menjadi pemicu bagi Takemichi untuk mengubah sejarah dan mencoba menyelamatkannya.
Selain itu, tidak seperti Mikey yang memiliki beberapa sifat penebusan, Tetta adalah sosok yang dingin dan manipulatif. Telah terbukti bahwa dia akan melakukan apa saja untuk kepentingannya sendiri, sering kali memanipulasi orang-orang di sekitarnya tanpa memperdulikan dampak negatif yang ditimbulkan bagi mereka yang terjerat dalam pergulatan kekuasaan.
Contohnya terlihat dalam episode keempat anime, ketika terungkap bahwa Atsushi Sendo mendorong Takemichi ke depan kereta atas perintah Tetta. Hal ini semakin menegaskan peran Tetta sebagai tokoh antagonis utama dalam cerita, meskipun Mikey kadang-kadang berperan sebagai antagonis juga.
Mudah bagi beberapa penonton untuk percaya bahwa Mikey adalah penjahat dalam Tokyo Revengers, mengingat tindakannya dalam berbagai garis waktu yang tidak dapat dimaafkan. Selain itu, posisinya sebagai deuteragonist membuatnya sering kali menjadi penghalang bagi Takemichi, sehingga sering kali terlihat sebagai musuh.
Namun, jika melihat secara keseluruhan, Mikey adalah contoh klasik pahlawan yang jatuh, karakter yang pada awalnya memiliki niat baik tetapi terjerumus ke dalam kegelapan dan menjadi sesuatu yang mereka coba lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!