BeritaHits.id - Penemuan mayat di Sungai Cimanuk, Kampung Babakan Serang, Kecamatan Cibiuk, Garut, Jawa Barat pada Jumat (03/11/2023) menggegerkan publik. Agum Gumelar (13) ditemukan dalam keadaan tewas tenggelam.
Saat penyelidikan, polisi menaruh kecurigaan karena terdapat bekas luka di tubuh korban. Ternyata korban dibunuh oleh teman sebayanya sendiri. Pelaku tersebut diduga sudah merencanakan pembunuhan karena membawa cutter untuk melukai korban.
Anak berhadapan dengan hukum (ABH) itu menyimpan dendam terhadap AG. Menurut polisi, motif pembunuhan karena ABH sakit hati terhadap korban. Saat gelar perkara pada Senin (06/11/2023), polisi masih belum mengungkap identitas pelaku.
Namun, pelaku ini merupakan teman dekat dari AG. Polisi berhasil menemukan siapa pelaku pembunuhan setelah melakukan olah TKP serta menginterogasi beberapa saksi. "Pelakunya sudah diamankan, sedang menjalani proses hukum," ujar Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky dikutip dari Antara dan Tribata News. Korban sempat dinyatakan hilang pada akhir Oktober lalu.
Bocah kelas VII SMP tersebut dicari oleh pihak keluarga karena tak kunjung pulang setelah pergi dari rumah. Hasil penyelidikan mengungkap korban meninggal dunia karena dianiaya dengan bukti adanya luka seperti sayatan pada bagian leher dan tangan.
Selanjutnya, Kapolres Garut menyebutkan, diketahui yang melakukannya yakni teman sendiri masih di bawah umur karena tidak senang dan sakit hati terhadap korban saat bermain bola voli. "Dia tidak terima, karena saat main voli sering mengenai wajah atau kepala," ujarnya. Aksi smes bola ke arah wajah membuat pelaku menyimpan dendam kepada korban.
Saat mandi di Sungai Cimanuk, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban yang menyebabkan korbannya mengalami luka sayatan di leher dan tangan. Selanjutnya korban ditinggalkan dan dilaporkan hilang, sampai akhirnya ditemukan di pinggiran sungai dalam keadaan meninggal dunia.
"Akibat perbuatannya itu dikenakan pasal yang sama, namun untuk penanganan terhadap anak sudah diatur, sesuai aturan," tutupnya. Pelaku disangkakan Pasal 76c juncto Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP. ABH terancam pidana penjara maksimal 15 tahun atau pidana mati atau seumur hidup. Pihak kepolisian tidak menahan ABH melainkan menitipkannya di LPKS.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Novel karya John Green, Sajikan Beragam Kisah Fiksi Remaja
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!