BeritaHits.id - Presiden Joko Widodo pada Senin (11/1/2021) membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 di Istana Negara. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengungkit soal hasil dari subsidi pemerintah untuk pupuk pertanian.
Menanggapi hal itu, Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti meminta kepada Presiden Jokowi untuk menyetop segala jenis subsidi berupa barang.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Susi Pudjiastuti lewat jejaring Twitter miliknya, Selasa (12/1/2021).
Bukan tanpa sebab, Susi Pudjiastuti mengatakan, bentuk subsidi berupa barang itu selalu disalahgunakan. Bahkan, penerimanya pun kata dia salah sasaran.
"Stop semua jenis subsidi yang berupa comodity atau barang karena selalu disalahgunakan. Yang dapat akhirnya yang tidak berhak," ujar Susi Pudjiastuti seperti dikutip Suara.com.
Susi Pudjiastuti memiliki saran bagi Presiden Jokowi guna mengentaskan permasalahan tersebut.
Kata Susi Pudjiastuti, baiknya bantuan disalurkan dalam bentuk bibit gratis maupun bantuan tunai, serta data penerima disusun secara tepat.
"Ganti saja dengan ketersediaan bibit gratis atau bantuan tunai. Bangun data penerima yang sebenar-benarnya. Please," kata Susi Pudjiastuti disertai emoji dua tangan disatukan.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam rapat kerja itu menyinggung soal subsidi pemerintah untuk pertanian yang mencapai Rp 30 triliun. Namun, kata dia hasil dari sektor pertanian belum bisa dirasakan.
"Pupuk, saya jadi ingat pupuk, berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa subsidi pupuk? Rp30-an triliun berapa bu menteri keuangan? Rp33 triliun seingat saya, Rp33 triliun setiap tahun," ujar Jokowi.
"Returnnya apa itu, kembaliannya ke kita apa apakah produksi melompat naik, Rp33 triliun. Saya tanya kembaliannya apa? Lima tahun berapa terima, berarti 10 tahun sudah berapa triliun. Kalau 10 tahun sudah Rp330 triliun, bapak ibu dan saudara, angka itu besar sekali, artinya tolong ini dievaluasi, ini ada yang salah," lanjut dia.
Mengenai hal itu, Presiden Jokowi kemudian meminta jajarannya untuk melakukan evaluasi secara serius dan menyeluruh.
Pupuk hanyalah salah satu dari sekian banyak problem pertanian nasional. Persoalan lain yang disinggung Jokowi, yaitu ketersediaan lahan pertanian.
"Ini yang akan menyelesaikan masalah, kalau kita hanya rutinitas, urusan pupuk, urusan bibit itu penting saya tahu, tapi kalau bisa menyiapkan lahan dalam jumlah yang besar itu yang akan menyelesaikan masalah," kata Jokowi.
"Saya minta betul-betul di lapangannya diikuti, sehingga nantinya apabila di dua provinsi ini lumbung pangan yang kita bangun food estate yang kita bangun betul, benar. Provinsi-provinsi yang lain akan kita dorong kita berikan dana dari APBN, tetapi betul-betul ada return ekonomi yang diberikan kepada negara," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!