BeritaHits.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan tentang arti penting seorang presiden dalam suatu negara atau pemerintahan.
Anies Baswedan mengatakan, salah satu poin penting yang harus dimiliki oleh presiden adalah kekuatan menekan partai politik agar kekecewaan masyarakat tidak meluas.
Pernyataan itu oleh Anies Baswedan disangkutpautkan dengan Indonesia yang berkapasitas sebagai negara demokrasi.
"Indonesia bukan negara pertama yang menjalankan demokrasi, puluhan negara sudah berdemokrasi. Efisien biayanya, transparan prosesnya, dan terhormat jadi politisi," ujar Anies Baswedan dalam video yang dibagikan jejaring @aniesbaswedanreport seperti dikutip Suara.com pada Selasa (26/1/2021).
"Itu yang harus dikembalikan di Indonesia sekarang," sambungnya.
Anies Baswedan kemudian menyinggung soal partai politik. Kata dia, berbagai masalah yang ada bisa membuat masyarakat semakin menjauhi partai politik.
Menurut Anies Baswedan, hal tersebut bisa menjadi boomerang tersendiri bagi partai politik sehingga presiden harus berupaya mencegahnya dengan melakukan berbagai cara yang tidak luput dia sebutkan.
"Jadi cara-cara seperti itu, panggil ketua partai, ajak bicara, dan kemudian katakan, kalau tidak berubah, jangan heran masyarakat akan makin hari akan menjauhi partai politik, dan suatu saat nanti kekecewaan itu akan menjadi boomerang yang luar biasa," tukas Anies Baswedan.
Tidak hanya itu, bahkan Anies Baswedan merasa, tekanan seharusnya diberikan presiden kepada partai sebagaimana dimaksudnya.
Baca Juga: Tantangan Pemerintahan Joe Biden, Sidang Pemakzulan Trump hingga Vaksinasi
"Tekanan ini harus diberikan, hari ini tidak ada yang memanggil, dan partai politik itu kalau dipanggil presiden, datang, taat, masalahnya dipanggil apa tidak," terang Anies Baswedan.
Terakhir, Anies Baswedan menguraikan soal kekuatan seorang presiden yang menurut dia salah satunya yakni punya kemampuan menekan sehingga membawa angin segar perubahan bagi negara.
"Itu kekuatan seorang presiden adalah menekan, itulah modernya seorang presiden. Presiden era modern itu bukan memerintah, memanggil, bernegosiasi, persuasi, bicara, tunjukkan dorongan itu, berubah republik ini, pasti berubah," tandas Anies Baswedan.
Video Anies Baswedan yang mengurai kekuatan seorang presiden itu sudah menembus puluhan ribu kali ditayangkan. Terpantau sejumlah warganet memberikan komentar.
Beberapa warganet mengatakan, salah satu masalah saat ini tidak lain adalah presiden merupakan bagian dari petugas partai.
"Masalahnya seorang presidennya adalah petugas partai," ujar Munawarhikmat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!